Pengertian Ekosistem Dan Contohnya

Pengertian Ekosistem


Ekosistem merupakan suatu sistem ekologik yang merupakan unit fungsional yang dihasilkan dan interaksi koinponen biotik (makhluk hidup atau organisme), komponen abiotik (benda mati), dan juga komponen kebudayaan (antropogenik). Semua ekosistem merupakan sistem yang terbuka dalam arti terjadi transfer energi maupun material ke dalam dan ke luar.

Tumbuhan, hewan, dan rnikroorganisme merupakan faktor biotik dan menempati daerah biosfer dan membentuk organisasi alarn hayati. Taraf organisasi tersebut digambarkan sebagai suatu spektrum biologi yang tersusun atas sitoplasma sebagai substansi dasar kehidupan yang akan membentuk sel, jaringan, organ, sistem organ, organisme, populasi, komunitas, ekosistem, dan biosfer. Sementara air, udara, batu-batuan, mineral, dan energi. merupakan faktor abiotik.


Burni sebagai suatu ekosistem tunggal yang sangat besar tersusun atas ekosistem-ekosistem yang lebih kecil dan saling terkait satu sama lainnya melalui sik/us energy dan siklus elenien kimia. Dalam suatu ekosistem, aliran energi dan material diatur oleh interaksi yang sangat kompleks dan energi, air, karbon, oksigen, nitrogen, fosfor, sulfur, dan siklus-siklus iainnya. Siklus tersebut sangat penting supaya biosfer dapat berfungsi.

Ilmu yang mempelajari hubungan interaksi antara faktor abiotik dan biotik dikenal sebagai ekologi. Istilah ekologi diusulkan pertama kali oleh Ernst Haeckel seorang pakar biologi Jerman pada tahun 1869. Ilmu mi bersifat lintas disiplin yang melibatkan berbagai bidang ilmu terkait. Dipandang dan objek yang dipelajarinya, sebenarnya ekologi meriipakan studi tentang struktur dan fungsi dan alam.

Maksud dan struktur dalarn suatu ekosistem adalah sebagai berikut.
  1. 1. Komposisi kornunikasi yang mencakup macam jenis, jumlah individu, biomassa, kehidupan, dan penyeb aran organisrpe.
  2. 2. Kuantitas material abiotik, seperti nutrien, air, serta gradien dan temperatur dan cahaya matahari.
Sementara itu, yang dimaksud dengan fungsi dalam suatu ekosistem adalah sebagai berikut.
  1. Keccpatan aliran energi dalam ekosistern.
  2. Kecepatan siklus material dalam ekosistem.
  3. Regulasi ekosistem oleh lingkungan dan sebaliknya.
Dalam suatu ekosistem, makhluk hidup akan menempati daerah tertentu yang dikenal sebagai habitat dan merupakan daerah tempat makhluk hidup biasa tinggal. Kondisi lingkungan suatu habitat biasanya khas secara fisik maupun kimia. Kondisi yang dimaksud berupa intensitas cahaya, suhu, curah hujan, jenis tanah, jenis makanan yang tersedia maupun jenis tumbuh-tumbuhan yang ada di sekitarnya. Contoh habitat adalah sebagai berikut.
  1. Sawah merupakan habitat bagi serangga (contohnya belalang), kodok, tikus, atau ular sawah.
  2. Hutan merupakan habitat bagi harimau, burung, dan babi hutan.
  3. Rawa merupakan habitat bagi ikan, buaya, dan ular rawa.
Apabila habitat digambarkan sebagai suatu daerah yang luas, relung (niche) merupakan bagian dalam habitat yang lebih kecil dan sangat spesifik. Relung dikenal sebagai status fungsional dan organisme dalam suatu ekosistem yang berhubungan dengan tempat tinggal, tin gkah laku, serta sifat-sifat dan aktifitas kehidupan lainnya. Satu habitat dapat memiliki beberapa relung. Jenis hewan yang berbeda dapat menempati habitat yang sama, tetapi umumnya tidak akan menempati relung yang sama.

Contoh relung adalah sebagai berikut.
  1. Pada habitat sawah, kodok menempati relung dekat perairan misalkan di daerah irigasi air, sementara tikus atau ular walaupun menempati relung yang mirip yaitu dalam lubang tanah, tetapi letak lubang tersebut berbeda. Serangga akan menempati relung di batang-batang pohon.
  2. Pada habitat hutan, burung akan menempati relung pada tangkai pohon, sementara babi hutan menempati semak belukar yang sama seperti harimau, tetapi pada semak yang berbeda.
  3. Pada habitat rawa, ikan akan menempati relung di perairan, buaya menempati semak-semak di daerah rawa, dan ular dapat menempati relung berupa ranting-ranting pohon di daerah tersebut.
Sumber Pustaka: Ganeca Exact