Penyebab Pencemaran Tanah Dan Jenis Beserta Langkah Penyelesaiannya

Pencemaran Tanah

Berikut ini adalah pemcemaran tanah yang berdasarkan jenis tanah dan langkah - langkah untuk peneyelesaiannya.

Jenis pencemaran tanah

Sebagaimana udara dan air, tanah juga merupakan komponen penting dalam kehidupan. Tanah berperan penting dalam pertumbuhan makhluk hidup, memelihara ekosistem, dan mernelihara sikius air. Kasus pencemaran tanah terutama disebabkan oleh pembuangan sampah yang tidak memenuhi syarat (illegal dumping), kebocoran Iimhah cair dan industri atau fasilitas komersial, atau kecelakaan kendaraan pengangkut minyak, zat kimia, atau limbah yang kemudian tumpah ke permukaan tanah.


Apabila suatu zat berbahaya atau beracun telah mencemari permukaan tanah maka zat tersebut dapat menguap, tersapu air hujan, atau masuk ke dalam tanah. Pencemaran yang masuk ke dalam tanah kemudian terendap sebagai zat kimia beracun di tanah. Zat beracun di tanah tersebut dapat berdampak langsung kepada manusia terutama ketika bersentuhan atau dapat mencemari air tanah dan udara di atasnya.

Langkah Penyelesaian

Untuk rnembersihkan permukaan tanah yang tercemar B3 (Bahan Bakar Beracun) biasanya dilakukan suatti kegiatan yang disebut remediasi. Umumnya, sebelum melakukan rernediasi pada tanah yang terc emar hams diketahui jenis pencemar (terdegradasi atau tidak, organik atau anorganik, serta berbahaya atau tidak), jumlah zat yang mencemari tanah tersebut, perbandingan karbon, nitrogen, dan fosfat, jenis tanah, kondisi tanah (basah atau kering), Iamanya zat pencernar terendap di lokasi tersebut, serta kondisi pencernaran (sangat penting untuk segera dibersihkan atau bisa ditunda). Ada duajenis remediasi tanah, yaitu insitu (on-site) dan ex-situ (off-site). 

Pembersihan on-site ialah pembersihan di lokasi, terdiri dan tahap pembersihan, venting (injeksi), dan bioremediasi. Pembersihan off-site mel iputi penggalian tanah yang tercemar, kemudian dibawa ke daerah yang arnan. Setelah di daerah aman, tanah tersebut dibersihkan dan zat pencemar. Caranya yaitu tanah tersebut disimpan di bak atau tangki yang kedap, kemudian zat pembersih dipompakan ke dalarn bak atau tangki tersebut. Selanjutnya zat
pencemar dipompakan keluar dan bak, kemudian diolah dengan instalasi pengolah air limbah. Pembersihan dengan cara oJf-sitejauh lebih mahal dan rumit.

Bioremediasi adalah proses pembersihan pencemaran tanah dengan menggunakan mikroorganisme, seperti jamur dan bakteri. Bioremediasi bertujuan untuk memecahkan atau mendegradasi zat pencemar menjadi bahan yang kurang beracun atau tidak beracun (karbon dioksida dan air). Empat teknik dasar yang biasa digunakan dalam bioremediasi adalah sebagai berikut.
  1. Stimulasi aktivitas rnikroorganisme ash (di lokasi tercemar) dengan penambahan nutrien, pengat uran kondisi reduksi-oksidasi, dan optimasi pH.
  2. Inokulasi (penanaman) mikroorganisme di lokasi tercemar. yaitu mikroorganisrne yang merniliki kemampuan biotransformasi khusus.
  3. Penerapan immobilized enzymes.
  4. Penggunaan tanaman (fitoremediasi) untuk mcnghilangkan atau mengubah pencernar.
Proses biorernediasi harus memperhatikan temperatur tanah, ketersediaan air. nutrien (N, P. K), perbandingan C N kurang dan 30 1, dan ketersediaan oksigen.
Sumber Pustaka: Ganeca Exact