Dampak Positif Dan Negatif Pembangunan Industri

Dampak Positif Dan Negatif Pembangunan Industri



Dampak positif atau keuntungan yang dapat diambil dengan adanya pembangunan industri antara lain sebagai berikut.

  1. Menambah penghasilan penduduk, sehingga akan meningkatkan tingkat kemakmuran.
  2. Menghasilkan aneka barang yang diperlukan masyarakat.
  3. Memperbesar kegunaan hahan mentah. Jadi, semakin banyak bahan mentah yang diolah dalam perindustrian sendiri, semakin besar pula manfaat yang kita peroleh.
  4. Memperluas lapangan pekerjaan hagi penduduk.
  5. Mengurangi ketergantungan kita pada luar negeri.
  6. Industri perkebunan dapat memberi hasil tambahan bagi para petani.
  7. Merangsang masyarakat urituk meningkatkan pengetahuan mengenai industri.
  8. Memperluas kegiatan ekonomi manusia, sehingga tidak semata-mata tergantung pada lingkungan alam.


Indonesia mempunvai faktor-faktor yang sangat menguntungkan bagi pembangunan industri. Faktor-faktor yang menguntungkan itu adalah sebagai berikut.
  1. Kekayaan bahan baku yang melimpah seperti karet, timah, kayu, besi, bauksit, dan hasil bumi lainnya.
  2. Lalu lintas dan pengangkutan makin maju.
  3. Jumlah penduduk yang besar berperan sebagai pasar konsumen dan sebagai faktor tenaga.
  4. Adanya bantuan dan perlindurigan pemerintah, lebih-lebih Indonesia selalu bekerja sama dengan negara-negara lain.
Untuk menuju industrialisasi, pemerintah melalui Departemen Perindustrian telah mengambil beberapa langkah bersama departemen-departemen lain, misalnya: memasukkan alat-alat industri dan mesin-mesin dan luar negeri, mengadakan perwakilan Departemen Perindustrian di setiap provinsi, mendatangkan bantuan tenaga ahli dan luar negeri, membangun pusat tenaga listrik, dan memberikan kredit melalui bank dengan bunga yang kecil. Meskipun pembangunan industri membawa banyak keuntungan, tetapi tetap saja memiliki dampak negatif. Beberapa dampak negatif pembangunan industri antara lain sebagai berikut.
  1. Pemakaian pestisida yang berlebihan dalam pertanian menyebabkan tanaman ikut mati, binatang mati, dan menvehabkan hama makin kebal terhadap pestisida.
  2. Hasil limbah industri akan menimbulkan pencemaran dan rusaknya lingkungan. Misalnya, pencemaran air yang berasal dan buangan industri berupa minyak, air garam, metal, pestisida, sampah plastik, zat pewarna dan industri teksfil, air panas, dan buangan radioaktif sangat membahayakan lingkungan hidup. Polusi udara berupa asap-asap pabrik membawa dampak gangguan pernapasan dan kulit. Akibat dan pencemaran air, udara, dan tanah, banyak binatang mati, manusia terkena penyakit, keindahan alam hilang, dan bau tidak sedap timbul.
Sumber Pustaka: Regina