Faktor Yang Mempengaruhi Kehidupan Ekonomi Di Kawasan Cina, Korea Dan Jepang

Faktor Yang Mempengaruhi Kehidupan Ekonomi Di Kawasan Cina, Korea Dan Jepang



Faktor-faktor yang m.et’ernaruhi kehidupan ekonomi di kawasan Cina, Korea, dan Jepang berbeda-beda. Berikut ru aian dibahas beberapa faktor pada flap negara.

Cina


  1. W1ayah Cina snat luac, sehingga kehidupan perekonornian masyarakat tidak sama karena keadaar ñsnva berbeda-beda. Industri Cina rn.au pesat karena ditunjang hasil tambang, antara lain bijih besi, mangan, timah, merkua batu hara. tembaga, dan minyak bumi.
  2. Perdagangan Cina sudah maju sejak dulu. Dewasa ml lebih maju lagi karena ditunjang sarana komun2kasi dan transportasi yang makin maju pula. Negara-negara mitra perdagangan negeri yang utama meliputi negara-negara Eropa, Amerika, dan Kawasan Asia PasiriL
  3. Kendala yang paling berat bagi Cina adalah jumlah penduduknya sangat banyak akibat meledaknva pertamhahan penduduk.

Korea



  1. Korea ltara dan Korea Selatan memiliki wilayah yang sempit sehingga daerah pertaniannva sempit. Daerahnya berupa pegunungan dan hanya sebagian kecil berupa dataran rendah
  2. Korea Utara dan Korea Selatan mempunyai cadangan barang tambang seperti batu bara, bijih besi. timab, dan seng, tetapi hasil pertambangan belum mampu untuk mencukupi industrinva, khususnya di Korea Selatan.
  3. Pada Perang Dunia H, perekonomian Korea Utara dan Korea Selatan merosot, lebih parah lagi ketika terjadi perang saudara antara Korea Utara dan Korea Selatan. Perekonomian haru mulai berkembang tahun 1960-an.
  4. Perdagangan Korea Utara kurang thaju karena menderita defisit akibat impornya lebih besar dan ekspornva.
  5. Politik Korea Utara mendapat pengaruh intensif dan paham komunis. Sistem pendidikan dan sistem perekonomian negara juga sempat dipengaruhi bahkan dikendalikan Partal Komums.
  6. Korea Utara luasnva 120.538 m2 dan Korea Selatan 99.263 km2. Pada tahun 2002 diperkirakan jumlah penduduk Korea Selatan 47.174.000 jiwa. Jumlah itu lebih banyak dibandingkan dengan Korea Utara 26.248.000 jiwa. Pertambahan penduduk yang masih cukup tinggi dart penvebaran kurang merata mengakibatkan timpangnya pertumbuhan ekonomi.
  7. Industrialisasi di Korea Selatan lebih pesat dibandingkan Korea Utara, sedangkan dalam bidang perikarian, Korea Utara lebih unggul.

Jepang



  1. Jepang yang terdiri dan kepulauan merupakan bagian barisan pegunungan muda Sirkum Pasifik yang sering mengalami gempa tektonik dan vulkanik. Hal mi berp engaruh pada kemajuan pembangunan fisik dan ekonomi.
  2. Jepang mempunyai hasil tambang yang cukup banyak macamnya, tetapi tidak cukup untuk kebutuhan industni. Dengan demikian, Jepang membuka perdagangan dengan negara luar dan melakukan kegiatan ekspor dan impor.
  3. Pertanian dan peternakan dilaksanakan sangat intensif dengan teknologi modern, sehingga efisiensi ekonominya tinggi.
  4. Setelah Perang Dunia II usai, Jepang dinyatakan kalah perang. Industni hancur, tetapi berkat keuletan bangsa Jepang, industrinya cepat bangkit kembali. Sekarang, Jepang menjadi negara industri terbesar kedua setelah Amerika Serikat. Perkembangan industni yang pesat disebabkan oleh:
    (a) tenaga listnik (PLTA) murah,
    (b) tenaga kenja banyak, terampil, dan terlatih,
    (c) semangat dan kemauan orang Jepang dalam bekerja sangat keras dan ulet,
    (d) letak Jepang dekat dengan pasaran barang industni yaitu negara-negara agraris di Asia,
    (e) ganis pantainya membentuk banyak pelabuhan alam sehingga memudahkan pengangkutan barang-barang ekspor dan impor, serta
    (f) sistem perhubungan darat, laut, dan udara yang maju.
  5. Jepang sangat intensif dalam mengatasi masalah kependudukan khususnya dalam Keluarga Berencana dengan cara sebagai benikut.
    (a) penyebarluasan Program Keluarga Berencana dan pendidikan kependudukan keseluruh lapisan masyarakat.
    (b) penyediaan alat-alat kontrasepsi dengan biaya dan pemerintah.
    (c) perlindungan dan jaminan terhadap akseptor Keluarga Berencana.
Sumber Pustakka: Erlangga