Kebijaksanaan Pembangunan Kota

Kebijaksanaan Pembangunan Kota


Kebijaksanaan pembangunan kota ditetapkan agar terjadi keserasian pembangunan kota dengan pembangunan pedesaan sekitarnya, keserasian pembangunan antara kota yang satu dengan kota yang lain, dan adanya peningkatan pelayanan di setiap kota. Tercapainya keserasian pembangunan kota dengan pembangunan pedesaan sekitamya akan membawa keberhasilan pembangunan regional, sebab pembangunan regional meliputi pembangunan daerah kota dan daerah desa.

Kota dan desa-desa sekitarnya mempunyai hubungan timbal balik, sehingga barang-barang hasil pertanian dan desa yang dibutuhkan oleh penduduk kota dapat dikirim. Sebaliknya, hasil industri dan kota yang dibutuhkan dan dikonsumsi oleh penduduk desa dapat disalurkan. Usaha-usaha pembangunan kota untuk mencapai keserasian dengan pembangunan pedesaan sekitamya, dilaksanakan pada berbagai bidang antara lain sebagai berikut.



Bidang transportasi


Dalam bidang transportasi selalu diusahakan perbaikan, pemeliharaan, dan pembangunan jalan-jalan baru yang menghubungkan kota dengan desa di sekitamya. Dengan demikian, hasil produksi pertanian dan pedesaan mudah disalurkan ke kota. Sebaliknya, hasil produksi industri dan kota yang berguna untuk meningkatkan pertanian dan pembangunan pedesaan mudah disalurkan ke desa. Untuk mendukung pembangunan bidang transportasi diusahak an pula pemugaran, perluasan, dan pembangunan terminal-terminal bus, dan pelabuhan-pelabuhan sungai di luar Jawa agar dapat memperlancar hubungan antara kota-kota dan pedesaan.

Bidang sarana penerangan listrik


Peningkatan pembangunan pusat-pusat listrik di kota dapat memperluas jaringan listrik, sehingga dimungkinkan adanya listrik masuk desa.

Bidang pendidikan


Pembangunan sekolah-sekolah terutama SMU dan SMK di kota-kota kecil akan bermanfaat bagi daerah pedesaan sekitarnya. Mengapa demikian? Alasannya, para pemuda desa akan mudah melanjutkan ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi.

Bidang industri


Peningkatan pembangunan industri dan proyek-proyek lain di kota kecil dan kota sedang dapat menyerap tenaga kerja dan pedesaan. Dengan demikian, pembangunan mi akan dapat mengurangi arus urbanisasi ke kota-kota besar.

Bidang perdagangan


Dengan dilaksanakannya pemugaran, perluasan, dan pembangunan pasar serta pertokoan di kota, akan semakin memperlancar perdagangan (distribusi) hasil industri dan kota dan hasil pertanian dan desa.

Bidang media massa


Pembangunan sarana media massa, seperti surat kabar, radio, dan televisi dapat men ingkatkan sarana penyuluhan dan penerangan masyarakat.

Bidang perkreditan


Cabang-cabang Bank Rakyat Indonesia, maupun bank-bank perkreditan lainnya terus memperluas pelayanannya kepada masyarakat. Tujuaimya ialah agar masyarakat lebih mudah memperoleh kredit untuk modal pertanian dan usaha produksi.

Bidang pelayanan kesehatan


Peningkatan pembangunan rumah sakit umum di kota-kota ditujukan untuk memperbesar daya tampung pasien, sehingga dapat menerima pasien dan desa dan sekitarnya.

Pembangunan kota kecil di sekitar kota metropolitan


Pembangunan kota-kota kecil dan kota satelit di sekitar kota metropolitan Jakarta, Surabaya, dan Bandung, diusahakan lebih mantap agar dapat mendukung pembangunan wilayah terpadu (an integrated development). Upaya itu bertujuan untuk mengurangi arus urbanisasi di pusat kota, memperbesar peranan kota-kota kecil sebagai daerah penyangga, dan menyediakan fasilitas perumahan di wilayah pinggiran metropolitan.
Sumber Pustaka: regina