Kedudukan Harta Menurut Ajaran Islam

Kedudukan Harta Menurut Ajaran Islam


Allah SWT Maha Kuasa terhadap makhluk-Nya. Dia telah menciptakan manusia dan diberikan sarana dan fasilitas untuk hidup mereka. Bumi dan langit beserta isinya diciptakan Allah SWT sebagai sumber rezeki manusia. Manusia tinggal menggali, mengolah, dan mengusahakannya supaya mereka hidup berbahagia di dunia maupun di akhirat kelak.

Di bawah ini akan diuraikan fungsi dan kedudukan harta kekayaan menurut ajaran Islam.



Sebagai Amanah


Rezeki yang telah dianugerahkan Allah SWT kepada umat manusia itu merupakan amanat yang harus dijaga dan dipeithara oleh hamba-hamba-Nya. Harta sebagai amanat hendaknya didayagunakan sesuai dengan kehendak pemberi amanat tersebut yaitu Allah Yang Maha Kuasa.


‘Hai orang-orang yang beriman,janganlah kamu mengkhianati Allah dan rasulNya, dan janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedangkan kamu mengetahui. “(QS al-Anf├ól, 8:27)

Sebagai Ujian


Orang-orang yang diberi rezeki oleh Allah keadaannya tidak sama antara yang satu dan lainnya. Ada yang berlebih dan ada pula yang kekurangan. Dengan kelebihan rezeki, apakah mereka bersyukur atau takabur bahkan menjadi kufur. Dengan kekurangannya itu, apakah mereka bersabar atau bahkan menjadi frustrasi atau putus asa.

Kesemuanya itu merupakan ujian dan Allah SWT.

“Dan ketahuilah bahwa harta dananak-anakmuiftxhanyalahmempakan cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah ada pahala yang besar.” (QS al-Anfal, 8:28)

Terdapat Hak-Hak Sosial


Harta yang telah dimiliki oleh seseorang itu, pada hakikatnya terdapat hak-hak orang lain. Seperti fakir miskin, anak yatim, fisabilillah, dan dana perjuangan umat Islam.

“Di dalam harta mereka, ada hak untuk orang yang meminta dan orang miskin.” (QS al-Zariyat, 51:19)
Sumber Pustaka: Erlangga