Kisah Singkat Umar Bin Khattab Masuk Islam

Kisah Singkat Umar Bin Khattab Masuk Islam


Usia Umar bin Khattab 1 3 tahun lebih muda dan Nabi Muhammad SAW. Beliau lahir pada tahun 581 M dan wafat tahun 644 M dan berasal dan keluarga bangsawan. Ayahnya bernama Khattab bin Nufail Al-Quraisyi dan suku Adi dan ibunya bernama Hantamah binti Hisyam.

Umar bin Khatab memiliki bentuk tubuh yang tegap dan kuat, berpikiran cerdas, berwatak keras dan berani, berdisiplin tinggi dan dinamis. Karena kelebihan-kelebihan tersebut, Umar bin Khattab diangkat menjadi wakil kabilahnya. Beliau sering diberi tugas oleh kabilahnya yakni Kabilah Quraisy untuk melakukan perundingan-perundingan dengan kabilah-kabilah lain.


Hal ni menjadikan Umar bin Khatab terkenal di kalangan kabilah bangsa Arab, sebagai seorang yang ahli dalam berdiplomasi. Sehubungan dengan itu Rasulullah SAW pernah berdoa, ‘Ya Allah, kuatkan!ah Islam den gan salah seorang dan dua orang Umar, yaitu Umar lbnu Hisyam atau Umar Ibnu Khaab.” Doa Nabi SAW dikabulkan Allah SVVT, dengan masuk lslamnya Umar bin Khat.tab pada ± tahun 616 M. Padahal, sebelum masuk Islam, Umar bin Khattab terkenal sebagai orang yang sangat memusuhi Nabi SAW, Islam dan kaum Muslimin.

Pada suatu han, Umar bin Khattab keluar dan rumahnya dengan pedang terhunus. Di tengah perjalanan ia bertemu dengan Nu’aim bin Abdullah (seorang muslim). Melihat perilaku Umar yang tampaknya bermaksud mernbunuh seseorang, Nu’aim bertanya,

“Wahal Umar, hendak kemana kau?” Umar menjawab, “Saya hendak membunuh Muhammad yang telah memecah-belah kaum Quraisy dan mencela agama mereka.” Nu’aim berusaha mencoba mengaIhkan tujuan Umar, seraya berkata, Sebaiknya kau pulang saja, untuk men gurus keluargamu sendiri, karena adikmu, Fatimah dan suaminya Sa’id Ibnu Zaid, sekarang in! sudah menganut agama yang disampaikan Muhammad.”

Mendengar penuturan Nu’aim tersebut, Umar menjadi sangat marah. Lalu, Ia bergegas menuju rumah adiknya. Saat mendekati rumah adiknya, Umar mendengar seseorang (Khabab Ibnu Art) sedang mengajarkan Al-Quran kepada Fatimah dan suarninya. Umar menjadi yakin bahwa Fatimah dan iparnya telah masuk Islam. Dengan diliputi kemarahan yang sangat, Ia pun segera memasuki rumah adiknya.

Tanpa banyak tanya, Umar menampar adik dan iparnya. Akibat tamparan itu wajah Fatimah berdarah.
Melihat keadaan itu, Umar menyadari kesalahannya dan emosinya mereda. Dengan Iemah lembut dimintanya lembaran Al-Qur’an yang dibawa Fatimah, lalu Fatimah memberikannya. Umar membaca lembaran Al-Quran itu, yakni Surah Taha: 1 — 8 dengan saksama. Setelah membad ayat-ayat Al-Quran tersebut, hati Umar menjadi damai dan keinginannya berubah. Semula Ia bertekad akan membunuh Muhammad dan kini Ia ingin menyatakan din rfasuk Islam di hadapan Nabi SAW.

Umar pun pergi meninggalkan rumah adiknya menuju rumah AI-Arqam di mana Nabi SAW sedang mengajarkan Islam kepada para sahabatnya.

Umar menyatakan din masuk Islam dengan mengucapkan dua kalimat syahadat di hadapan Nabi SAW dan disaksikan oleh para sahabatnya.

Keislaman Umar ini dilkuti oleh istninya, anaknya, dan para pemuda Arab serta orang-orang Arab Iamnnya, sehingga dalam waktu singkat penganut Islam bertambah banyak. Tentang masuk Islamnya Umar bin Khattab mi, sahabat Abdullah bin Mas’ud telah berkata, “Islamnya Umar adalah suatu kemenangan, hijrahnya adalah suatu pertolongan, dan pemerintahannya adalah rahmat/ Semula umat Islam tidak berani mengerjakan salat dengan terang-terangan, takut dianiaya oleh kaum Kafir Quraisy, tetapi setelah itu mereka dapat beribadah dengan leluasa tanpa merasa tertekan.
Sumber Pustaka: Erlangga