Pengendalian Sosial Yang Bersifat Preventif Dan Represif

Pengendalian Sosial Yang Bersifat Preventif Dan Represif

Berikut ini adalah sifat pengadilan sosial yang perlu kita ketahui.

Pengendalian Sosial Bersifat Preventif


Pengendalian sosial bersifat preventif adalah semua bentuk pencegahan terhadap terjadinya gangguan-gangguan pada keserasian antara kepastian dengan keadilan. Atau dengan kata lain, tindakan preventif adalah tindakan pencegahan terhadap kemungkinanten adinya pelanggaran-pelanggaran terhadap norma-norma sosial.



Contoh:
  1. Polisi lalu lintas mengingatkan pengendara mobil yang menerobos lampu merah.
  2. Seorang ibu mengingatkan putrinya agar tidak pulang larut malam karena berbahaya bagi keselamatannya.
  3. Guru menegur siswa yang tidak mengerjakan tugas-tugas kurikuler.

Pengendalian Sosial Bersifat Represif


Pengendalian sosial secara represif adalah pengendalian sosial yang bertujuan untuk mengembalikan keserasian yang pemah terganggu karena terjadinya suatu pelanggaran. Pengendalian sosial secara represif dilakukan dengan cara menjatuhkati sanksi sesuai dengan besar kecitnya pelanggaran yang dilakukan.

Contoh:
  1. Menjatuhkan denda terhadap para pelanggar peraturan lalu lintas di jalan raya.
  2. Menskors siswa-siswa yang berulang-ulang melanggar peraturan sekolah.
Sumber Pustaka: Erlangga