Pengertian Industri Dan Penggolongannya

Pengertian Industri Dan Penggolongannya



Industri adalah bagian dan proses produksi yang mengolah bahan mentah menjadi bahan baku atau bahan baku menjadi barang jadi, sehingga menjadi barang yang bernilai bagi masyarakat. Apakah perbedaan bahan mentah, bahan baku, dan barang jadi? Bahan mentah adalah bahan yang diperoleh dan sumber daya alam yang akan dimanfaatkan dalam usaha industri. Sebagai contoh, getah karet yang digunakan sebagai bahan mentah industri ban. Bahan baku adalah bahan mentah yang sudah diolah, tetapi belum menjadi barang jadi. Misalnya, getah karet menjadi karet remas. Karet remas itulah yang disebut bahan baku. Sedangkan barang jadi adalah hasil industni yang sudah siap dipakai oleh masyarakat. Misalnya sepatu, ban mobil, dan peralatan rumah tangga.

Perindustrian adalah kegiatan industri secara mekanis ataupun secara kemis, termasuk reparasi dan asembling atau perakitan. Contoh industri secara mekanis adalah penggilingan padi dan contoh industri secara kimia adalah industri obat-obatan. Bahan-bahan yang diolah dalam kegiatan industri berupa bahan mentah. Hasil pengolahan industri yang berupa barang baru disebut barang jadi. Misalnya tas, ban mobil, ikan dalam kaleng, gelas, dan piring.



Dewasa mi negara kita memperbanyak dan menggalakkan perindustrian. Penggalakan kegiatan industri itu sering kita sebut dengan industrialisasi. Dengan industrialisasi ada beberapa keuntungan yang dapat kita capai. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.
  1. Memperbesar kegunaari bahan mentah. Jadi, semakin banyak bahan mentah yang diolah dalam perindustrian, semakin besar pula manfaat yang kita peroleh.
  2. Memperluas lapangan pekerjaan.
  3. Menambah penghasilan penduduk, sehingga menambah kemakmuran.
  4. Mengurangi ketergantungan kita pada luar negeri.
  5. Mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
  6. Menghasilkan aneka barang yang diperlukan oleh masyarakat.
  7. Kegiatan ekonomi menjadi lebih leluasa karena tidak semata-mata tergantung pada lingkungan alam.
  8. Menambah devisa negara.
Untuk memajukan industri nasional perlu adanya perlindungan dan pemerintah. Di samping itu, perlu adanya kesadaran para pedagang dan pengusaha nasional untuk tidak hanya terdorong mencari untung yang besar saja. Dengan meningkatnya produksi diharapkan kesempatan tiap warga negara mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak juga akan lebih banyak.

Industri yang ada di negara kita dapat digolongkan berdasarkan beberapa kriteria, dia ntaranya adalah sebagai berikut.

Berdasarkan Jumlah Pekerja


Berdasarkan kriteria in industri dibedakan menjadi empat, yakni sebagai berikut.
  • Industri besar, adalah perusahaan yang memiliki pekerja 100 orang atau lebih.
  • Industri sedang, adalah perusahaan yang memiliki pekerja antara 20 sampai 99 orang.
  • Industri kecil, adalah perusahaan yang memiliki pekerja antara 5 sampai 19 orang.
  • Industri rumah tangga, adalah perusahaan yang memiliki pekerja antara 1 sampai 4 orang.

Berdasarkan Bahan Mentah


Berdasarkan kriteria mi, industri dibedakan menjadi industri agraris dan nonagraris.

  1. Industri agraris adalah industri yang mengolah bahan mentah baik langsung maupun tidak langsung dan pertanian. Beberapa contoh industri agraris adalah pabrik karet, kopi, minyak kelapa sawit, dan gula.
  2. Industri nonagraris adalah industri yang mengolah bahan mentah baik langsung maupun tidak langsung dan hasil tambang dan bahan-bahan kimia sintetis lainnya. Beberapa contoh industri nonagraris adalah pengolahan mmnyak bumi, batu bara, besi, dan alumunium.

Berdasarkan Hasil Produksi


Berdasarkan kriteria mi, industry dibedakan merijadi tiga kategori berikut.

  1. Industri berat merupakan industry yang menghasilkan mesin-mesin alat produksi, bahan-bahan baku, dan bahan-bahan penolong. Contohnya, mndustri berat alata lat transpor, besi dan baja,
  2. peralatan konstruksi bangunan, semen, mirtyak dan gas, tenaga listrik, dan pupuk.
  3. Industri ringan merupakan mndustri yang menghasilkan barang-barang jadi. Contoh mndustri ringan adalah industri rokok, batik, pemmntalan, dan percetakan.
  4. Industri campuran merupakanindustri yang membuat lebih dan satu barang karena hasilnya diperlukan. Contoh mndustri campuran adalah pabrik susu dan kalengnya, pabrik ikan dan kalengnya, serta pabrik sejenis lainnya.

Berdasarkan Bahan Dasar


Berdasarkan kriteria mi, industri dibedakan menjadi empat kategori berikut.
  1. Industri dasar merupakan industri yang menghasilkan bahan dasar bagi perusahaan (industri) lain. Contoh industri dasar adalah pabrik peleburan bauksit dan pabrik peleburan besi.
  2. Industri konveksi merupakan industri yang membuat pakaian jadi. Contoh industri konveksi adalah perusahaan kemeja, jas hujari, kaos singlet, dan jaket.
  3. Industri perakitan merupakan industri yang mengusahakan perakitan (penyetelan) mesin-mesin onderdil untuk mewujudkan barang jadi. Contoh industri perakitan adalah assembling sepeda motor Yamaha, mobil Toyota, dan mobil Honda.
  4. Industri trafik merupakan industri yang seluruh bahan mentahnya berasal dan impor karena belum dihasilkan di dalam negeri. Contoh industri trafik adalah industri bir, anggur, dan perajutan bahan wol.
Sumber Pustaka: Regina