Pengertian Lembaga Sosial Menurut Para Ahli

Pengertian Lembaga Sosial Menurut Para Ahli


Lembaga sosial (kemasyarakatan) merupakan terjemahan Iangsung dan istilah asing social institution. Para ahil sosiologi seperti Selo Soemardjan, dan Soelaeman Soemardi menggunakan istilah social institution untuk menunjuk pada lembaga kemasyarakatan (lembaga sosial). Menurut Selo Soemardjan, penggunaan istilah lembaga selain menunjuk pada suatu bentuk juga mengandung pengertian yang abstrak tentang adanya norma dan peraturan tertentu yang menjadi bagian dan lembaga itu.

Lembaga sosial ada di dalam setiap masyarakat, terlepas dan apakah masyarakat tersebut termasuk masyarakat yang modern atau tidak. Hal ini terjadi karena setiap masyarakat mempunyai kebutuhan-kebutuhan pokok, yang jika dikelompokkan akan terhimpun sebagai lembaga sosial atau kemasyarakatan. OIeh karena itu, Soerjono Soekanto mengatakan bahwa lembaga sosial adalah kumpulan norma-norma segala tingkatan yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok di dalam kehidupan masyarakat. Artinya, norma-norma masyarakat yang mengatur pergaulan hidup manusia, berkelompok-kelompok pada berbagi keperluan pokok kehidupan manusia. Misalnya, kebutuhan hidup kekerabatan menimbulkan lembaga-lembaga sosial, seperti perkawinan, perceraian, dan keluarga batih. Kebutuhan akan mata pencaharian hidup menimbulkan lembaga-lembaga sosial, seperti pertanian, peternakan, dan industri.



Kebutuhan akan pendidikan menimbulkan lembaga-lembaga sosial seperti pesantren, taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah, dan perguruan tinggi. Kebutuhan jasmaniah manusia menimbulkan olah raga, pemeliharaan kecantikan, dan kesehatan. Wujud konkret dan lembaga sosial adalah asosiasi (association). Universitas Indonesia, Universitas Pajajaran adalah contoh dan asosiasi, sedangkan universitas merupakan wujud dan lembaga sosial.

Lembaga-lembaga sosial dalam bidang ekonomi dapat berwujud hak milik untuk mengatur kekuasaan untuk mengambil manfaat dan suatu benda fisik atau abstrak, bank untuk mengusahakan peredaran uang secara tératur. Dalam bidang pendidikan dapat dilihat lembaga-lembaga yang berwujud sekolah dasar, sekolah menengah, universitas, pondok pesantren, madrasah, dan akademi. Lembaga-lembaga yang ada di bidang agama misalnya gereja atau masjid, tetapi yang dimaksud di sini adalah bukan gedungnya, melainkan semua norma dan nilai kemasyarakatannya yang mengatur hubungan antara manusia dan Tuhan yang harus dihormati dalam usaha orang menyembah Tuhan menurut keyakinannya masing-masing.

Dalam bidang politik, dikenal lembaga sosial seperti negara, pemerintah, parlemen, dan desa yang berfungsi untuk mengatur penggunaan kekuasaan. Leopold von Wiese dan Howard Becker melihat lembaga sosial dan sudut fungsinya. Lembaga sosial diartikan sebagai suatu jaringan dan proses hubungan antarmanusia dan antarkelompok manusia yang berfungsi untuk memelihara hubungan tersebut, yang polanya sesuai dengan kepentingan manusia dan kelompoknya.

Menurut Major Polak (I 979:247) istilah “lembaga” dalam percakapan sehani-hani ialah badan ilmiah, ikatan sarjana, berbagai bentuk organisasi yang mempunyai tujuan amal atau memelihara dan mempenluas pengetahuan.

Selanjutnya Major Polak membenikan batasan bahwa dalam sosiologi yang dimaksud dengan lembaga atau social institution adalah suatu kompleks atau sistem peraturan-peraturan dan adat istiadat yang mempertahankan nilai-nilai yang penting. Lembaga mi mempunyai tujuan untuk mengatur antar hubungan yang diadakan untuk memenuhi kebutuhan manusia yang paling penting.
Sumber Pustaka: Ganeca Exact