Pengertian Percaya Diri Dalam Islam

Pengertian Percaya Diri Dalam Islam


Percaya din berarti yakin akan kemampuannya untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dan masalah. Dengan percaya din, seseorang merasa dirinya berharga dan mempunyai kemampuan menjalani kehidupan, mempertimbangkan berbagai pilihan, dan mampu membuat keputusan sendiri. Individu yang sehat mempunyai rasa percaya din yang memadai.

Ciri-ciri perilaku seseorang yang mencerminkan percaya din, antara lain sebagai berikut.


  1. Merasa yakin akan kemampuan din sendiri.
  2. Mandiri, tidak bergantung pada orang lain.
  3. Penuh keyakinan.
  4. Memandang potensi yang terdapat pada dirinya dengan positif dan merasa dirinya berharga. -
  5. Tidak menyombongkan din.
  6. Memiliki keberanian untuk bertindak.
Sikappercaya din yang terjadi pada din seseorang adalah percaya din sebagai konsekuensi dan keyakinan terhadap kemampuan din sendiridan teguh dalam pendirian. Percaya din dalam beribadah berarti tetap teguh dalam melaksanakan ibadah, tidak mengubah kepercayaan kepada Allah SWT, penuh keyakinan terhadap kekuasaan dan kebijaksanaan-Nya ketika dalam keadaan sehat atau sakit, senang atau melarat (susah), suka dan duka, kaya atau miskin. Orang yang percaya din adalah orang yang tetap konsekuen dengan sesuatu, waktu, atau ajakan secara konstan.

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, ‘Tuhan kami adalah Allah kemudian mereka meneguhkan pendiriannya, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan) janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih dan gembirakanlah mereka dengan (memperoleh) syurga yang telah dijanjikan Allah kepadamu. “(QS Fushshilat, 41:30)

Ibadah yang dilakukan dengan penuh percaya din sangat baik dan terpuji. Hal ini memerlukan ketabahan, kesabaran, dan ketulusan yang luhur, juga membutuhkan kons├ękuensi yang tinggi. Kondisi tersebut dapat terjadi pada din seseorang apabila ia telah memiliki ilmu agama yang cukup, sehingga mendapatkan kesadaran yang tinggi dalam menjalankan agamanya.
Sumber Pustaka: Erlangga