Peran Sosiologi Dan Antropologi Terhadap Fenomena Sosial Budaya

Peran Sosiologi Dan Antropologi Terhadap Fenomena Sosial Budaya



Peran ilmu sosiologi dan antropologi dalam menganalisa fenomena-fenomena sosial budaya yang ada di masyarakat antara lain:

Mengidentifikasi Fenomena Budaya di Masyarakat


Jika dilihat dan perwujudannya, unsur budaya merupakan fenomena budaya di masyarakat dibedakan menjadi tiga, yaitu:


  1. Kebudayaan fisik (kebendaan) berupa benda-benda hasil karya manusia, misalnya perlengkapan dan alat-alat kerja.
  2. Sistem ilmu pengetahuan dan kesenian
  3. Sistem nilai budaya atau adat istiadat sebagai kebudayaan abstrak.
Melalui penelaahan terhadap berbagai kebudayaan, diharapkan sosiologi dan antropologi mampu memberikan:
  1. pengertian mengenai keanekaragaman budaya manusia,
  2. pandangan mengenai nilai-nilai sosial budaya yang berbeda dan yang dianutnya sendiri,
  3. hal-hal yang berlaku umum bagi kebudayaan manusia,
  4. gambaran mengenai hal-hal apa saja yang mempengaruhi adanya sifat keanekaragaman di antara kebudayaan manusia.
Baik sosisiologi maupun antropologi tidak bertujuan untuk memberikan penilaian bahwa suatu kebudayaan lebih tinggi atau lebih rendah dan kebudayaan masyarakat lain.

Menghadapi Fenomena Budaya di Masyarakat


Keragaman budaya harus menyadarkan kita bahwa sangat penting memahami latar belakang sosial budaya yang berasal dan masyarakat lain. Kajian tentang fenomena sosial budaya ridak bermaksud untuk memberikan penilaian suatu budaya baik atau buruk, cocok atau tidak cocok bagi suatu masyarakat. Namun melalui ilmu sosiologi dan antropologi kita diajak untuk memahami keragaman budaya sebagai suatu yang dapat memperkaya kebudayaan.

Dalam konteks kehidupan masyarakat Indonesia yang multi etnis, sosiologi dan antropologi berperan untuk mewujudkan integrasi (persatuan) nasional. Pemanfaatan kedua ilmu itu yang lebih praktis sifatnya bisa .dilihat pada penggunaan ilmu-ilmu tersebut untuk memperlancar proyek pembangunan, penyuluhan terhadap masyarakat seperti program keluarga berencana, bahaya narkoba, dan penegakan hukum.
Sumber Pustaka: Erlangga