Arti Dan Bentuk Kerja Sama Antar Umat Beragama Dalam Bermasyarakat, Berbangsa Dan Bernegara

Arti Dan Bentuk Kerja Sama Antar Umat Beragama Dalam Bermasyarakat, Berbangsa Dan Bernegara



Berikut ini merupakan bentuk kerja sama antar umat beragama dalam berinteraksi dengan masyarakat , bangsa dan bernegara.

Arti Kerjasama Antarumat Beragama


Sebagai suatu bangsa yang memiliki cita-cita dan tujuan yang sama, setiap pemeluk agama yang satu dengan yang lain harus selalu menjalin kerjasama dalam rangka usaha mencapai cita-cita dan tujuan nasional. Tanpa kerja sama, harapan yang kita inginkan tidak akan dapat terwujud. Kerja sama berati bekerja bersama-sama untuk mencapai cita-cita dan tujuan bersama.



Kerja sama antarumat beragama bukan berarti mencampuradukkan ajaran agama yang satu dengan ajaran agama yang lainnya. Kerja sama antarumat beragama tidak dilakukan dalam menjalankan ibadah, tetapi dalam bidang-bidang sosial kemasyarakatan, pendidikan, dan kebudayaan untuk mencapai tujuan hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kerja sama antarumat beragama harus ditanamkan dan dikembangkan dalam berbagai aspek kehidupan, terutama yang menyangkut kepentingan bersama. Bila kerja sama dapat dilakukan dengan itikad baik untuk kebenaran maka selain kerukunan, sikap kekeluargaan juga dapat terbina antarumat beragama sehingga mempermudah tercapainya tujuan dan cita-cita nasional.

Dalam membina kerja sama antarumat beragama, ada beberapa sikap dan perilaku yang harus ditumbuhkembangkan, yaitu sikap tenggang rasa, tepa selira, setia kawan, tidak menghina agama dan keyakinan orang lain, dan pandai mengendalikan din, baik dalam bertutur kata, bersikap maupun bertindak. Apa jadinya jika di Indonesia tidak ada kerja sama antarumat beragama dalam mencapai tujuan hidup berbangsa dan bernegara?

Bentuk Kerja Sama Antarumat Beragama dalam Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara


Kerja sama antarumat beragama tidak dilakukan dalam menjalankan ibadah, tetapi dilakukan dalam kegiatan sosial, kemasyar akatan, pendidikan, dan kemanusiaan. Dalam menjalankan ibadah tidak ada kerja sama antarumat beragama yang satu dengan yang lain. Menjalankan ibadah agama menjadi tanggung jawab para pemeluk agama itu sendiri. Bekerja sama antarumat yang berbeda agama dalam beribadah, berarti telah mencampuradukkan ajaran agama yang satu dengan lainnya. Hal ini tentu tidak dibolehkan oleh agama manapun. Bentuk-bentuk kerja sama antarumat beragama dapat diterapkan dalam kegiatan berikut:
  1. bekerja sama dalam membangun rumah, jembatan, jalan, gedung-gedung sekolah, lapangan olahraga, tempat penampungan air, tempat MCK, gedung pertemuan desa, dan kegiatan-kegiatan pembangunan fisik lainnya;
  2. bekerja sama dalarn perayaan atau pesta perkawinan, pesta ulang tahun, dan perlombaan-perlombaan, baik kesenian maupun olahraga.
  3. bekerja sama dalam kepanitiaan untuk memperingati han kemerdekaan, kepanitiaan OSIS, dan Karang Taruna. Semakin jelaslah bahwa bekerja sama antarumat beragama hanya dilakukan dalam kegiatan-kegiatan sosial-kemasyarakatan, pendidikan, dan kemanusiaan. Dalam bidang kemanusiaan misalnya, kita harus mau bekerja sama bahu-membahu menolong mereka yang terkena musibah, baik karena kematian, sakit, maupun karena bencana alam, tanpa menbedakan manusia karena agamanya.
Sumber Pustaka: Cempaka Putih