Ciri, Syarat, Dan Sikap Mental Manusia Modern

Ciri, Syarat, dan Sikap Mental Manusia Modern


Ilmu pengetahuan adalah salah satu unsur yang diperlukan dalam proses modernisasi Ilmu pengetahuan diperoleh melalui pendidikan. Karena itu, pendidikan yang maju sangatlah dibutuhkan dalam menggali sumber daya manusia. Dengan pendidikan yang maju, manusia dapat menggapai masa depan yang lebih baik. Hal ini tentu saja menunjang terlaksananya modernisasi. Dengan terbentuknya sumber daya manusia yang berkualitas dan dapat diandalkan melalui pendidikan, maka mereka dapat diarahkan untuk menciptakan dan mengembangkan teknologi demi terwujudnya modernisasi.



Ciri manusia modern


Modernisasi dapat terwujud apabila masyarakatnya memiliki individu yang mempunyai sikap modern. Menurut Alex Inkeles, terdapat 9 ciri manusia modern. Ciri-ciri itu sebagai berikut.
  • Memiliki sikap hidup untuk menerima hal-hal yang baru dan terbuka untuk perubahan.
  • Memiliki keberanian untuk menyatakan pendapat atau opini mengenai lingkungannya sendiri atau kejadian yang terjadi jauh di luar lingkungannya serta dapat bersikap demokratis.
  • Menghargai waktu dan lebih banyak berorientasi ke masa depan daripada masa lalu.
  • Memiliki perencanaan dan pengorganisasian.
  • Percaya din.
  • Perhitungan.
  • Menghargai harkat hidup manusia lain.
  • Lebih percaya pada ilmu pengetahuan dan teknologi.
  • Menjunjung tinggi suatu sikap di mana imbalan yang diterima seseorang haruslah sesuai dengan prestasinya dalam masyarakat.
Setiap individu memiliki tingkat pelaksanaan modernisasi yang berbeda. Cepat atau lambatnya pencapaian modernisasi tergantung dan manusia dan kondisi masyarakat. Hal mi menyangkut faktor pendidikan, latar belakang budaya, dan status sosialnya. Semakin tinggi pendidikan seseorang, semakin mudah orang tersebut mengalami modernisasi. Demikian pula semakin tinggi status sosial seseorang, semakin mudah orang tersebut mengalami modernisasi.

Syarat-syarat modernisasi


Selain dorongan modernisasi, terdapat pula syarat-syarat modernisasi. Menurut Soerjono Soekanto, syarat-syarat tersebut adalah sebagai berikut.
  • Cara berpikir ilmiah (scientific thinking) yang sudah melembaga dan tertanam kuat dalam kalangan pemerintah maupun masyarakat luas.
  • Sistem administrasi negara yang baik dan benar-benar mewujudkan birokrasi.
  • Sistem pengumpulan data yang baik, teratur, dan terpusat pada suatu lembaga atau badan tertentu seperti BPS (Biro Pusat Statistik).
  • Penciptaan iklim yang menvenangkan (favourable) terhadap modernisasi terutama media massa.
  • Tingkat organisasi yang tinggi. terutama disiplin din.
  • Sentralisasi wewenang dalam perencanaan sosial (socialpianning) yang tidak mementingkan kepentingan pribadi atau golongan.

Sikap mental


Selain syarat-syarat di atas, agar modernisasi berjalan lancar perlu dukungan kebudayaan masyarakat. Kebudavaan suatu masyarakat dapat menjadi pendorong sekaligus penghambat proses modernisasi. Karena itu, sikap mental dan nilai budava suatu masyarakat sangat menentukan diterima atau ditolaknya suatu perubahan atau modernisasi. Sikap mental yang dapat menjadi pendorong proses modernisasi antara lain adalah rajin, tepat waktu, dan berani mengambil resiko.
Sumber Pustaka: ESIS