Gejala Modernisasi Dan Globaliassi Dlam Bidang Ekonomi

Gejala Modernisasi Dan Globaliassi Dlam Bidang Ekonomi



Tujuan dan modernisasi di bidang ekonomi yang dilakukan di berbagai negara di dunia, khususnva di Indonesia, adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Untuk itu, perlu dikembangkan sistem ekonomi kerakvatan yang bertumpu pada mekanisme pasar yang berkeadilan dengan prinsip persaingan sehat. Dengan demikian, terjamin kesempatan yang sama dalam berusaha dan bekerja. Upaya-upaya agar kehidupan ekonomi dapat mendukung modernisasi antara lain adalah sebagai berikut.


  1. Mengembangkan persaingan yang sehat dan adil serta menghilangkan sistem monopoli.
  2. Mengembangkan perekonomian globai sesuai dengan kemajuan teknologi.
  3. Mengoptimalkan penggunaan pinjaman luar negeri untuk kegiatan ekonomi produktif yang dilaksanakan secara transparan, efektif, dan efisien.
  4. Memberdayakan pengusaha kecil. menengah. dan koperasi agar lebih efesien dalam berusaha dengan suasana yang kondusif.
  5. Mengembangkan hubungan keinitraan yang saling mendukung dan menguntungkan antara koperasi. swasta. dan BUMN. serta antara pengusaha besar, menengah. dan kecil dalam rangka memperkuat struktur perekonomian nasional.
Adapun sasaran yang ingin dicapai dalam modernisasi ekonomi adalah sebagai berikut.
  1. Meningkatnya taraf hidup, seperti peningkatan pendapatan per kapita. penvediaan lapangan pekerjaan, dan peningkatan pendidikan.
  2. Tersedianya berbagai kebutuhan pokok yang merata di seluruh tanah air.
  3. Terlepas dan ketergantungan terhadap orang lain. Dengan deinikian. kita harus dapat meningkatkan SDM yang akan dapat mengolab SDA yang dibutuhkan manusia.
  4. Peningkatan produksi barang-barang industri dan jasa secara terus menerus sehinga perturrthuhan ekonomi dapat dipertahankan.
Dewasa in ketergantungan antarneara di dunia sangatlah tinggi. Arus perdagangan baik ekspor dan impor antarnegara terus berkembang Indonesia inisalnya, mengekspor bahan-bahan mentah ke luar negeri dan mengimpor barang-barang teknologi ke dalam negeri. Di samping itu. untuk pembiaaan pembangunan, negara-negara seperti Indonesia tidak jarang melakukan peininjaman uang ke institusi internasional seperti IMF dan Bank Dunia atau kepada negara pendonor seperti Jepang dan IGGI. Indonesia juga membuka din bagiinvestasi modal asing, seperti melalui perusahaanp erusahaan multinasional. Beberapa perusahaan asing dan multinasional di Indonesia adalah Freeport, Unilever, dan sebagaina.

Sementara itu, untuk meningkatkan kerja sama dan daya tawar bangsa terhadap riegara-negara lain, Indonesia pun ikut dalam organisasi perdaganan bebas seperti APEC, AFTA, dan WTO. Uraian-uraian ini menunjukkan arus globalisasi yang terus melanda Indonesia. Hal yang sama terjadi dengan masyarakat kota. Di kota, berkembang berbagai macam industri. Banyaknya industri menyebabkan pola hubungan antarwarga masyarakat akan lebih mengarah pada pola hubungan yang bersifat formal. Tatanan hubungan kekeluargaan akan pudar dan lama kelamaan diganti dengan semangat individualis. Selain itu, timbul pula perubahan di dalam struktur sosial. Timbullah kelas sosial, seperti kelas buruh dan kelas majikan, kelas bawab, kelas menengah, dan kelas atas.

Perkembangan teknologi di bidang informasi dan komunikasi dapat mengubah pola pikir masyarakat menjadi lebih modern dan dinainis. Perkembangan ini dapat menambah cakrawala baru, kreativitas, dan keterbukaan dalam menerima unsur-unsur barn dan mar. Sebagai contoh, di bidang mnsik dan busana. Lagn-lagu asing dengan mudahnya masuk dan diterima oleh masyarakat Indonesia. Bahkan, masyarakat Indonesia kemudian mengidolakan penyanyi-penyanyi asing ini dan mengikuti tren gaya serta busana. Uang ikut mempengaruhi perkembangan dan perubahan musik serta tren musik di Indonesia. Lagi-lagi ini menunjnkkan arns globalisasi yang menerpa Indonesia.
Sumber Pustaka: ESIS