Gejala Modernisasi Dan Globalisasi Dalam Bidang Politik dan Ideologi

Gejala Modernisasi Dan Globalisasi Dalam Bidang Politik dan Ideologi



Modernisasi dalam bidang politik secara nmum diawali di negara-negara Eropa. Gejala mi ditandai dengan mnncnlnya ajaran liberalisme. Dalam perkembangannya, liberalisme memunculkan penindasan bentuk baru yang dilakukan oleh kaum kapitalis terhadap kaum proletar. Kondisi ini mengakibatkan munculnya ajaran komunisme yang menghendaki dihilangkannya kelas sosial. Karena komunisme menghasilkan sistem pemerintahan totaliter, akhirnya rakyat pun tidak lagi memiliki kebebasan berkreasi. Di Indonesia, modernisasi politik mengalami perkembangan pasang surut. Perkembangan itu dimulai dengan bentuk demokrasi liberal, demokrasi terpimpin, dan demokrasi Pancasila.

Keberhasilan pembangunan politik semakin memantapkan tatanan kehidupan politik dan kenegaraan yang berdasarkan demokrasi Pancasila, memantapkan perkembangan organisasi sosial politik dan kemasyarakatan. serta mendorong peningkatan kesadaran berpolitik rakvat. Namun, pendidikan politik pun harus lebib ditingkatkan agar rakyat makin sadar akan hak dan kewajibannya sebagai warga negara.



Pada era reformasi, Indonesia berupaya untiik melaksanakan demokrasi yang sesungguhnya. Dalam pengambilan keputusan, aspirasi rakyat didengar dan mengalami perkembangan pasang surut. Perkembangan itu dimulai dengan bentuk demokrasi liberal, demokrasi terpimpin, dan demokrasi Pancasila.

Keberhasilan pembangunan politik semakin memantapkan tatanan kehidupan politik dan kenegaraan yang berdasarkan demokrasi Pancasila, memantapkan perkembangan organisasi sosial politik dan kemasyarakatan. serta mendorong peningkatan kesadaran berpolitik rakvat. Namun, pendidikan politik pun harus lebib ditingkatkan agar rakyat makin sadar akan hak dan kewajibannya sebagai warga negara. Pada era reformasi, Indonesia berupaya untiik melaksanakan demokrasi yang sesungguhnya. Dalam pengambilan keputusan, aspirasi rakvat didengar dan dilaksanakan. Muncunya berbagai partai politik dengan ideologinya masing-masing merupakan ciri tumbuhnya demokrasi di Indonesia. Partai-partai yang terbentuk tersebut haruslah benar-benar bertujuan untuk menyatukan aspirasi ralcyat dan bukan hanya memperjuangkan kepentingan sekelompok orang. 

Dengan ini masyarakat yang demokratis dan integrasi nasional yang kuat dapat tercipta. Hal ini hanya dapat dicapai dengan baik jika terselenggara komunikasi sosial timbal balik yang akomodatif antarmasyarakat, lembaga perwakilan rakyat, dan pemerintah. Oleh karena itu, peran pemerintab, dalam hal mi lembaga-lembaga negara, dalam penyelenggaraan negara hams lebih ditingkatkan, sehingga krisis yang berkepanjangan dapat segera diatasi.
Sumber Pustaka: ESIS