Hidup Tertib, Aman, Dan Tenteram Dalam Berbagai Lingkungan Dan Gatra Kehidupan

Hidup Tertib, Aman, Dan Tenteram Dalam Berbagai Lingkungan Dan Gatra Kehidupan



Hidup tertib pada hakikatnya adalah pernyataan sikap mental individu maupun masyarakat yang mencerminkan rasa ketaatan dalam rangka mencapai tujuan. Ketertiban dapat dilaksanakan mulai dan lingkungan masyarakat yang terkecil, yaitu keluarga hingga masyarakat.

Adapun uraiannya adalah sebagai berikut.



Lingkungan keluarga


Untuk dapat mewujudkan keluarga yang sejahtera, aman, dan tenteram keluarga memihih peranan yang sangat penting. Karena keluarga merupakan awal pembentukan, sikap terhadap masing-masing individu, sekelompok orang atau masyarakat yang terkecil. Ketertiban keluarga ditentukan oleh kebijaksanaan keluarga itu sendiri, sehingga dapat tercapai keseimbangan lahiriah maupun batiniah. Ketertiban dai ketenteraman keluarga dapat ditempuh melalui beberapa cara sebagai berikut.
  1. Seluruh anggota keluarga harus menaati semua norma atau aturan dalam keluarganya masing-masing.
  2. Ayah selaku kepala keluarga harus dapat menempatkan din sebagai pengendahi dan keluarganya.
  3. Dalam mengendalikan keluarga harus berprinsip demokratis, artinya anggota keluarga diajak bermusyawarah, tidak secara diktator.
  4. Setiap anggota keluarga harus saling menghormati dan harga- menghargai
  5. Harus menempatkan harkat dan martabatnya sesuai dengan hak dan kewajibannya.
  6. Harus dapat bekerja sama satu dengan lainnya.
  7. Dapat melaksanakan kewajiban dengan sebaik-baiknya dengan penuh tanggungjawab.
  8. Saling komunikatif dalam melaksanakan kewajiban masing-masing.
  9. Penuh pengertian serta musyawarah dalam memecahkan permasalahan.
  10. Semua permasalahan di dalam keluarga merupakan masalah semua anggota keluarga.
  11. Semua harus melaksanakan peraturan yang telah disepakati oleh keluarga Dan uraian di atas dapat di jadikan contoh bagi kita untuk menentukan sikap dalam keluarga. Perhatian yang besar dan keluarga akan mempengaruhi sikap dan perbuatan kita dalam berbagai kehidupan di masyarakat.

Lingkiuagan Sekolah


Sekolah merupakan masyarakat setelah keluarga. Sebagian besar waktu bagi siswa dihabiskan di sekolah, oleh karena itu mau tidak maa lingkungan sekolah dapat mempengaruhi jiwa siswa dan selanjutnya akan dapat membentuk tingkah laku dan perbuatannya. Untuk itu di sekolah hendaknya diciptakan suasana sebagai berikut.
  • Aman tenteram di antara siswa, guru, dan karyawan
  • Adanya hubungan timbal balik yang baik antaranggota keluarga besar di sekolah.
  • Suasana sekolah yang sejuk sehingga dapat mendorong siswa untuk giat belajar dan merasa betah tinggal di sekolah.
  • Menciptakan suasana yang rindang sehingga lingkungan di sekeliling sekolah tampak sedap dan asni dipandang mata.
  • Siswa dapat menaati tata tertib sekolah, termasuk ketentuan-ketentuan pakaian seragam sekolah.
  • Siswa harus menghormati kepala sekolah, guru, dan karyawan.
  • Siswa harus belajar secara terus-menerus dan teratur.
  • Siswa harus berbuat dan bertingkah laku yang baik dan sopan.
  • Siswa harus melaksanakan upacara bendera baik pada han Senin maupun pada han-han besar nasional.
  • Siswa harus melaksanakan senam pagi, atau senam kesegaran jasmani pada han yang ditentukan oleh sekolah.
Dengan melaksanakan kebijaksanaan di atas, diharapkan dapat membentuk jiwa sehingga berakibat terhadap tindakan dan perbuatan siswa dalam sehari-hani. Tindakan siswa tersebut diharapkan sesuai dengan yang dikehendaki sehingga tercipta suasana kehidupan yang aman tertib, tenteram balk di rumah maupun di sekolah.

Lingkungan Masyarakat



Hidup di masyarakat memang tidak dapat dipisahkan, satu sama lain saling terkait. Sebagai contoh kehidupan di dalam keluarga, tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan di sekolah, begitu juga dengan kehidupan di masyarakat. Untuk itu agar tercipta suasana yang aman, tertib dan tenteram di masyarakat, maka harus dilakukan tindakan-tindakan sebagai berikut.
  1. Setiap orang harus tahun hak dan kewajibannya.
  2. Harus menempatkan dirinya sesuai dengan £empatnya.
  3. Mau menghormati orang lain.
  4. Mau menghargai pendapat orang lain dan tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.
  5. Mau bermusyawarah dalam memecahkan masalah.
  6. Mau mendahulukan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi dan kepentingan golongan.
  7. Bersikap sopan dan menghindarkan perbuatan tercela.
  8. Tidak memperlakukan tindakan yang dilarang yang diatur oleh peraturan inisalnya merokok di ruangan yang ber-AC.
  9. Melaksanakan peraturan perundangan yang berlaku di negara kita, baik peraturan di tingkat pemerintah pusat, daerah maupun peraturan yang terendah, yaitu di tingkat desa, lebih dan itu di tingkat keluarga.
Dan uraian tersebut, menjelaskan kepada kita bahwa kita selalu dihadapkan pada beber apa hal yang sama-sama kuatnya, untuk itu tindakan yang baik adalah menciptakan suasana yang seimbang dan serasi di antara keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Sumber Pustaka: Pabelan