Nilai Moral Yang Tersirat Dalam Perintah Dan Larangan Agama

Nilai Moral Yang Tersirat Dalam Perintah Dan Larangan Agama



Sebagaimana telah dijelaskan di muka bahwa ciri-ciri orang yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa adalah selalu melaksanakan perintah-perintah Tuhan serta menjauhi segala larangan-Nya. Berdasar pengertian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa ketakwaan terh adap Tuhan Yang Maha Esa mengandung tiga unsur, yaitu:
  1. melaksanakan segala perbuatan yang diperintahkan Tuhan;
  2. menjauhkan din dan perbuatan yang dimurkai Tuhan;
  3. menghindarkan perbuatan yang merusak atau merugikan din sendiri dan orang lain atau masyarakat.



Jika kita teliti lebih jauh, baik berdasarkan keyakinan, perasaan, serta akal pikiran, maka segala yang diperintahkan Tuhan maupun yang dilarang-Nya pasti mengandung hikmah. Segala perintah Tuhan yang kita laksanakan pasti mengandun kebaikan atau manfaat, baik yang langsung kita nikmati di dunia maupun yang akan kita nikmati besuk setelah mati. Sebaliknya, perbuatan yang dilarang Tuhan dapat menimbulkan kerugian atau kerusakan. Nilai-nilai moral yang terkandung dalam perintah dan larangan agama, misalnya sebagai berikut.
  1. Perintah berbuat baik kepada ked                                                                                                                                                                                                                                  ua orang tua. Perintah ini secara lahir dapat kita rasakan apabila kita berbuat baik dan berbakti kepada orang tua. Orang tua pun pasti akan selalu memperhatikan kita, memikirkan kepentingan kita, serta memberikan seluruh kasih sayangnya kepada kita, Tuhan selalu mencatat perbuatan kita, yang baik. Dan perbuatan tersebut kita akan mendapat balasan berupa pahala yang akan kita terima setelah meninggal dunia.
  2. Larangan untuk melakukan perusakan misalnya perusakan hutan. Sebab perbuatan itu akan membawa kerugian bagi umat manusia secara meluas. Alam menjadi rusak, banjir pun tidak dapat dihindarkan, sehingga korban berjatuhan, baik harta benda maupun jiwa.
Sumber Pustaka: PT. Pabelan