Partisipasi Masyarakat Dalam Perumusan Kebijakan Publik

Partisipasi Masyarakat Dalam Perumusan Kebijakan Publik



Seorang warga negara untuk dapat berperan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara haruslah seorang warga negara yang sehat rohani (pikiran). Dengan demikian mereka dapat mempertanggung jawabkan perbuatannya. baik fisik maupun nonfisik. Dengan perkataan lain, ia adalah seorang warga negara yang bertanggung jawab. Manusia lahir, hidup, dan berkembang di dalam masyarakat. Tidak seorang pun dapat hidup sendiri tanpa masyarakat.

Secara sadar atau tidak, ia bergaul dengan tetangga dan sesama manusia dan turut serta dalam usaha dan kegiatan masyarakat. Seorang manusia akan merasa sunyi apabila ia terpisah atau dipisahkan, misalnya karena bencana alam. Manusia memerlukan masyarakat. Ia hidup tidak semata-mata untuk kepentingannya sendiri, tetapi juga bertanggung jawab atas kemajuan masyarakat. Ia harus bersedia turut melaksanakan kegiatan dalam masyarakat.



Seseorang yang memiliki ilmu pengetahuan akan sia-sia apabila ilmunya tidak diamalkan kepada masyarakat. Orang tersebut dalam masyarakat tidak berbuat apa-apa untuk kemajuan dan perkembangan pergaulan hidup. Jadi, kehadirannya bagi masyarakat tidak member banyak manfaat dan tidak membawa arti. Ia mengabaikan faktor masyarakat dalam hidupnya.

Seorang warga negara adalah juga seorang anggota masyarakat tempat ia hidup. Tanggungjawab sebagai warga negara meliputi tanggungjawab terhadap masyarakat. Setiap warga negara Indonesia turut bertanggung jawab atas kemajuan dan kemunduran negara. Apabila iamelihat kemajuan tercapai. wajarlah jika ia menghargai susah payah pemerintah. Apabila ia melihat kemunduran, wajarlah juga jika ia turut berusaha keras untuk membantu pemerintah guna mencapai perbaikan dengan kemampuan yang dimilikinya.

Bentuk masyarakat yang terkecil adalah keluarga. Perkembangan hidup seorang manusia dimulai dan berlangsung dalam lingkungan keluarga. Pada permulaan kehidupannya, ia tidak banyak melakukan kegiatan. kecuali makan, minum, dan tidur. Semakin lama, semakin besarlah ia dan mulai mengalami hidup kekeluargaan di bawah asuhan dan bimbingan orang tuanya. Akhirnya, ia melepaskan din dan pembinaan langsung orang tuanya dan mulai menyusun rumah tangga sendiri. Dalam kehidupan selanjutnya, ia akan menggunakan hasil bimbingan dan pendidikan orang tuanya. Penlaku, sifat, akhlak, dan perbuatannya akan menentukan gerak-geriknya di dalam masyarakat.
Sumber Pustaka: Bumi Aksara