Sikap WNI, WNA, Dan Pemimpin Dalam Menjalankan Tugas, Kewajiban Dan Kewenangannya

Sikap WNI, WNA, Dan Pemimpin Dalam Menjalankan Tugas, Kewajiban Dan Kewenangannya


Dalam mencapai keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat, setiap warga negara Indonesia di manapun ia berada harus memahami tugas dan kewajiban yang harus dipikulnya, di samping menuntut hak yang dimilikinya. Sebagai warga negara yang baik dalam melaksanakan tugas dan kewajiban itu hams berpijak pada hal-hal sebagai berikut.

  1. Motivasi dalam melaksanakan tugas dan kewajiban bersumber dan nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa. Sehingga pelaksanaan tugas dan kewajiban tersebut merupakan bagian ibadat kita sebagai umat beragama.
  2. Tugas dan kewajiban sebagai warga negara terhadap negaranya dilaksanakan lebih dahulu.
  3. Dengan ikhlas dan penuh pengorbanan untuk bangsa dan negara kita melaksanakan tugas dan kewajiban tersebut. Kewajiban yang harus dilaksanakan semata-mata deini persatuan Indonesia.
  4. Apabila tugas dan kewajiban itu merupakan keputusan bersama, maka kita harus melaksanakan dengan suka rela, meskipun mungkin kurang cocok dengan pendapat atau pandangan kita.
  5. Tugas dan kewajiban kepada bangsa dan negara merupakan perwujudan kepentingan bersama. Untuk itu kita hams melaksanakannya dengan penuh tanggungjawab.
Peranan kepemimpinan dalam rangka pelaksanaan tugas dan kewajiban warga negara dapat berjalan dengan baik. Oleh karena itu, sikap dan tindak tanduk seorang pemimpin baik yang menyangkut kehidupan pribadi maupun kehidupan sosial, masyarakat, dan negara memberikan pengaruh yang sangat besar pada masyarakat lingkungan. Seorang pemimpin harus memiliki wibawa dan kemampuan untuk membawa dan memimpin masyarakat lingkungannya ke dalam kesadaran hidup bermasyarakat dan bernegara sesuai dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa sebagai pemimpin yang baik dalam menjalankan tugas dan kewajiban harus memegang prinsip kepemimpinan Pancasila, yaitu:
  1. Ing Ngarso Sung Tulodho yang berarti bahwa seorang pemimpin harus mampu menjadikan dirinya pola anutan atau contoh yang baik bagi orang-orang yang dipimpinnya melalui sikap dan perbuatannya. Untuk itu, ia harus menjadi teladan bagi yang dipimpinnya.
  2. Ing Madya Mangun Karso yang berarti bahwa seorang pemimpin hams mampu membangkitkan semangat berswakarsa dan berkreasi pada orang yang dibimbingnya,
  3. Tut Wuri Handayani yang berarti bahwa seorang pemimpin harus mampu mendorong orang-orang yang diasuhnya agar berani berjalan di depan dan bertanggung jawab.
Dan uraian di atas jelaslah bahwa seorang pemimpin mempunyai peranan yang sangat penting dalam pelaksanaan tugas dan kewajiban warga negaranya. Untuk itu seorang pemimpin di samping harus bersikap sebagai warga negara, juga harus melaksanakan prinsip-prinsip kepemimpinan dalam melaksanakan tugas dan kewajiban.
Sumber  Pustaka: PT. Pabelan