Arti Dan Makna Disiplin Diri, Disiplin Sosial, Dan Disiplin Nasional

Arti Dan Makna Disiplin Diri, Disiplin Sosial, Dan Disiplin Nasional



Pada hakekatnya disiplin merupakan bagian dan pendidikan, suatu proses yang perlu dibiasakan pelaksanaannya seperti norma-norma yang dianggap baik dan berlaku dalam masyarakat.

Terdapat banyak pengertian disiplin yang beredar di masyarakat. Salah satu pengertian disiplin adalah kemauan dan kemampuan untuk menghormati dan melaksanakan suatu sistem yang mengharuskan orang tunduk pada putusan, perintah, atau peraturan yang berlaku. Kepatuhan seseorang terhadap keputusan atau peraturan, bermula dan peraturan yang dibuat dan berlaku bagi dirinya sendiri. Misalnya belajar teratur, makan teratur, tidur teratur, dan sebagainya.

Apabila seseorang melakukan perbuatan yang sesuai dengan aturan bagi dirinya sendiri, ia telah melaksanakan disiplin pribadi. Disiplin pribadi atau disiplin perorangan ini berkaitan dan melekat langsung pada Diri manusia, sedangkan (hsiplm iuisional nierupakan cirri umum yang melekat padt suatu bangsa. Disiplin dibina melalui keluarga, lembaga pendidikan, dan dikembangkan dalarn Iingkungan kehidupan masyarakat.



Sebagai warga negara sekaligus kita juga merupakan makhluk sosial, artinya kita hidup dalam bcrbagai bentuk inasyarakat, seperti hidup dalam keluarga, kelompok, sekolah, perkumpulan, masyarakat, dan bangsa yang di dalamnya terdapat hak dan kewajiban. Tugas dan fungsi sebagai warga negara terdapat dalarn Pasal 27 UUD 1945. Isi pasal 27 UUD 1945 pasca perubahan kedua UUD 1945 yang ditetapkan MPR tanggal 18 Agustus 2000 adalah sebagai berikut.
  1. Setiap warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.
  2. Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.
  3. Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara.
Pada intinya, pasal tersebut mengatur hak-hak warga negara dan mengatur seluruh penduduk, memuat hasrat bangsa Indonesia untuk membangun negara yang bersifat demokratis, bertanggung jawab, sertà dapat mengerti cara-cara pelaksanaan demokrasi Pancasila yang bertanggung jawab. Apabila semua warga negara mengerti tanggung jawab dan dapat melaksanakan hak dan kewajiban sebagai warga negara, maka akan terwujud bangsa yang maju dan sejahtera.

Selain disiplin individu, terdapat juga disiplin yang lain, yaitu disiplin sosial dan disiplin nasional. Disiplin sosial adalah pemyataan sikap mental masyarakat yang mencerminkan rasa ketaatan bersama yang didukung oleh kesadaran kolektif untuk menunaikan tugas dan kewajiban bersama sebagai satuan sosial untuk mencapai tujuan bersama. Inti dan disiplin sosial adalah disiplin pribadi yang dikembangkan penerapannya dalam masyarakat, dan didukung oleh hidup teratur dan penuh tanggung jawab.

Disiplin mutlak diperlukan untuk dapat memenuhi persatuan bangsa. Kedisiplinan yang tinggi setiap anggota masyarakat akan memudahkan usaha dalam mewujudkan kemakmuran, seperti cukup pangan, sandang, papan, pendidikan, pekerjaan dan kebutuhan rohaniah. Dengan demikian, terwujud keamanan dan ketertiban untuk mencapai fujuan nasional, yaitu masyarakat adil dan makmur. Untuk mencapai tujuan nasional setiap warga negara hams bekerja sesuai dengan keahlian dan kemampuan masing masing, dan harus mempunyai rasa tanggung jawab berdasarkan kepatuhan dan ketaatan, sehingga akan menimbulkan tekad, semngat, dan sikap patuh dalam menunaikan kewajiban sebagai warga negara, baik sebgai pribadi maupun kelompok, untuk mematuhi kebutuhan bangsa dan mencapai tujuan nasional.
Sumber Pustaka: Yudhistira