Bentuk Pemerintahan Oligarki, Anarki, Mobokrasi Dan Diktaktor

Bentuk Pemerintahan Oligarki, Anarki, Mobokrasi Dan Diktaktor



Oligarki brasa1 dan kata Oligoi yang berarti kelompok teman, sedikit atau beberapa dan archein yang berarti memerintab. Jadi, Oligarki yaitu pemerintahan yang dipegang oleh beberapa (sedikit) orang untuk kepentingan mreka sendiri. Dan bentuk pemerintahan Oligarki ini akan dflahirkan bentuk Plutokrasi yang berasal dan kata Plutos berarti bodoh, archien atau cratein yang berarti memerintah. Dengan deinikian Plutokrasi berarti pemenintahan yang dijalankan oleh oang-orang kay yang kurang terdidik.


Pengertian Anarki


Anarki berasal dan bahasa Yunani an = tidak, archie = pemenintahan yang para warga negaranya tidak mau tunduk pada kekuasaan pemenintah dan menganggap dirinya tidak terikat kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku. Keadaan yang deinikian bertujuan menciptakan masyarakat yang adil dengan cara memberikan kemerdekaan sepenuhnya kepada individu untuk berbuat sesuai kehendaknya. Kehadiran undang-undang atau alat-alat negara (polisi,jaksa, dan tentara) dianggap akan merusaklrnenghalangi kehendak mereka. Yang berdaulat hanyalah kehendaknya sendiri.

Pengertian Mobokrasi


Mobokrasi adalah pernerintahan yang dikuasai oleh sekelompok orang untuk kepentingan kelompok yang berkuasa, bukan untuk kepentingan rakyal. Mohokrasi merupakan pemerintahan yang dipimpin oieh clique (klik). gang, atau sekelompok orang yang meiniliki tujuan yang sama. Jika dibandingkan dengan Demokrasi Pancasila, terlihat jelas sekali perbedaannya sebab dalam demokrasi Pancasila kekuasaan merupakan amanat rakyat dan segala sesuatu yang dijalankan oleh pernerintah adalah untuk kepentingan rakyat.

Pengertian Diktator


Diktator mempunyai arti satu orang memerintah dengan kekuasaan tidak terbatas. Dalam memperoleh kekuasaan biasan’a dilakukan melalui suatu jalan revolusi dengan.memaksakan kehendaknya kepada rakyat. Seorang diktator tidak tunduk pada undang-undang negara dan menjadi pemegang tunggal atas kekuasaan eksekutif. legislatif. maupun yudikatif.

Pernerintahan diktator dalam sejarahnya Iebih banyak mendatangkan kesengsaraan rakyat. Rakyat semata-mata hanya sebagai objek penguasa yang berada dalam posisi Iemah dan tidak berdaya. Kebebasan maupun kemerdekaan rakyat dalam bidang politik, ekonoini, maupun sosial budaya sangat ketat diawasi dan dibatasi ruang geraknya. Peranan aparat keamanan (iniliter) sangat menonjol dalam mengontrol kehidupan sosial maupun kenegaraan sehingga rakyat senantiasa hidup dalam ketakutan.
Sumber Pustaka: Grafindo Media Pratama