Berbagai Penyimpangan Pada Masa Orede Baru

Berbagai Penyimpangan Pada Masa Orede Baru



Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya hahwa tumbangnya pemerintahan Orde Baru diakibatkan oleh krisis kepercayaari rakyat. terhadap penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh Orde Barn dalarn bidang politik, ekonomi. hukum, dan sebagainya. Sehingga menimbulkan arus ketidakpuasan terhadap pemerintahan yang sedang memerintah pada saat itu yang dibuktikan dengan banyaknya demonstrasi menuntut untuk segera mengadakan reformasi dan koreksi dalam segäla bidang. Adapun koreksi terhadapOrde Baru dalambidang ekonomi. politik, hukum. dan sosial budaya.



Bidang Ekonomi


Penyelenggaraan perekonomian nasional kurang mengacu pada amanat pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 dan cenderung menunjukkan pola yang monopolistic sehingga yang tidak didukung semangat kewirausahaan sejati. Hal mi menyebabkan ketahanan ekonomi sangat rapuh dan tidak kompetitip. Sehingga dijerlukan diciptakan sistem ekonomi yang merakyat dan lebih menekankan usaha ekonomi rakyat yang dapat hersaing. Dernokratisasi dalam ekonomi sngat diperlukan saat mi untuk menghadapi perdagangan saat mi.

Bidang Politik


Lahiruya budaya masyarakat patemalistik dan Neofeodalistik mengakibatkan proses partisipasi dan sistem politik nasional tidak berjalan sebagaimana mestinya. Kekuasaan eksekutif yang tertutup dan telpusat di bawah kontrol kelembagaan presiden tidak mendukung herkembangnya fungsi berbagai lembaga kenengaraan, politik, dan sosial secaraprofesional dan optimal. Teijadinya korupsi, kolusi, dan nepotisme adalah salah satu akibat keterpusatan dan ketertutupan kekuasaan pada masa Orde Baru.

Bidang Hukum


Perundang-undangan yang membatasi kekuasaan presiden belum memadai. Kondisi mi memberi peluang terjadinya praktek-praktek korupsi, kolusi nepotjsme serta memuncak berupa penyimpangan penafsiran rasa keadilan, kurangnya perlindungan, dan kepastian hukum masyarakat. Rasa keadilan masyarakat pun menjadi berkurang dengan banyaknya aparat penegak hukum yang tidak konsisten dalam menegakan supermasi hukum serta banyaknya mafia peradilanvyang masih menghantui masyarakat yang mencari keadilan.
Sumber Pustaka: Grafindo Media Pratama