Hakekat Rahmat Tuhan Yang Maha Esa Yang Termuat Dalam Pembukaan UUD 1945

Hakekat Rahmat Tuhan Yang Maha Esa Yang Termuat Dalam Pembukaan UUD 1945



Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur. supaya herkehidu’pan kehangsaan yang hcbas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengai ini kemerdekaannya. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa yang akan memberi bimbingan kepada masyarakat untuk mewujudkan masyarakat yang makmur dan herkeadilan sosial yang kita cita-citakan. 

Sila Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai ciri bangsa kita membuat kita percaya bahwa segala hal adalah atas kehendak Tuhan dan percaya pula akan adanya kehidupan lain pada masa nanti setelah kehidupan kita di dunia sekarang. Hal ini memberi dorongan kepada kita untuk mengejar nilai-nilai yang dianggap luhur dan membuka jalan bagi kehidupan yang baik pada masa yang akan datang.



Makna Alenia Ketiga


Alinea ketiga Pembukaan UUD 1945 berbunyi, “Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan yang luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang behas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya”.

Makna lain yang terkandung dalam alinea tersebut adalah.
  1. Rasa keimanan dan ketakwaan terhadap Allah Yang Maha Kuasa, bahwa perjuangan kemerdekaan adalah perjuangan suci untuk meningkatkãn martabat manusia. Usaha manusia dapat berhasil berkat petunjuk dan pertolongan Allah Yang Maha.Kuasa.
  2. Adanya kehidupan yang didambakan oleh seluruh bangsa Indonesia, yakni kehi dupan yang berkesinambungan antara kehidupan materil dan spritu al, antara kehidupan di dunia dan kehidupan di akhirat.
  3. Kemerdekaan negara kita tanggal 17 Agustus 1945 tidak semata-mata hasil perjuangan bàngsa Indonesia saja. Perjuangan bangsa Indonesia untuk kemerdekaannya yang panjang ini memerlukan pengorhanan jiwa dan harta.
Semua itu hanyalhb usaha, tetapi tercapai atau tidaknya tetap bergantung kepada kemurahan Tuhan Yang Maha Esa. Dengan kata lain, bangsa Indonesia meyakirn dengan sepenuh hati bahwa pejuangan yang panjang dan banyak menelan korban jiwa dan harta untuk mencapai kemerdekaan tersebut tidak mungkin dapat terwujud tanpa diridhoi dan dikabulkan oleh Tuhan Yang Maha Esa..

Deinikian pula dengan upaya reformasi yang kita gulirkan saat ini tidak terlepas dan keinginan untuk meningkatkan ketakwaan pada Tuhan Yang Maha Esa. Upaya reformasi ini berusaha meininimalisasi segala bentuk kesenjangan sosial dan ekonoini serta melakukan koreksi terhadap penyi mpangan-penyimpangan yang dilakukan Orde Baru. Adanya kesenjangan dan penyimpangan terhadap cita-cita bangsa bukan saja tidak menjainin terwujudnya kehidupan masyarakat yang berkeadilan sosial bahkan bisa menjadi hambatan utama tercapainy tujuan reformasi. Keberhasilan refbrrnasi yang kita inginkan adalah terwujudnya kemakmuran rakyat yang berkeadilan sosial dan didasarkan pada sikap ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Sumber Pustaka: Grafindo Media Pratama