Kebiasaan Hidup Rukun Dan Kerja Sama Dalam Bermasyarakat, Berbangsa Dan Bernegara

Kebiasaan Hidup Rukun Dan Kerja Sama Dalam Bermasyarakat, Berbangsa Dan Bernegara



Bagi bangsa Indonesia, kebiasaan hidup rukun dan bekerja sama bukanlah hal yang baru. Kebiasaan ini sudah tertanam sejak lama, bahkan sudah menjadi tradisi kehidupan sehari-hari yang selalu kita pertahankan.

Sebagai generasi penerus bangsa di masa depan, hendaknya kita senantiasa menghidupkan kerukunan dan kemauan bekerja sama. Tanpa membiasakan hidup rukun dan bekerja sama, manusia akan bersifat idualistis (hanya mementingkan diri sendiri). Kebiasaan hidup rukun dan bekerja sama ini harus terus dikembangkan di setiap lingkungan kehidupan, baik di lingkungan keluarga, masyarakat bahkan dalam lingkungan dunia.



Untuk menumbuhkembangkan kebiasaan ini, setiap manusia Indonesia harus menyadari bahwa dirinya adalah bagian dan anggota masyarakat, yang tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Oleh karena itu, sikap-sikap yang harus dikembangkan antara lain sebagai berikut.

  1. Tepa selira, yaitu sikap selalu membaca diri sebelum bertindak untuk orang lain.
  2. Tenggang rasa, yaitu sikap turut merasakan apa yang dirasakan orang lain atau menempatkan orang lain pada posisinya sebagai manusia yang memiliki keunikan.
  3. Saling mengerti antara yang satu dengan yang lain.
  4. Lapang dada, yaitu sikap berjiwa besar.
  5. Terbuka, jujur, dan bertanggung jawab.
  6. Saling menghormati orang lain seperti menghormati diri sendiri.
  7. Bertindak adil dan bijaksana.
  8. Rela berkorban untuk kepentingan bersama.

Selain sikap-sikap di atas yang harus kita kembangkan untuk menciptakan kerukunan dalam kehidupan, baik bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, kita juga harus menjauhi beberapa sifat-sifat tercela, seperti dengki, dendam, benci, saling mencurigai, saling menghina, dan sikap bermusuhan. Sifat-sifat seriacam ini akan mengakibatkan kerukunan yang sudah terbina hancur dan musnah.
Sumber Pustaka: Cempaka Putih