Keteladanan Nabi Muhammad saw Sebagai Pemimpin Umat

Keteladanan Nabi Muhammad saw Sebagai Pemimpin Umat



Sebagai peinimpin umàt, beliau tampil dengan dilandasi tauhid dan dituntun oleh wahyu. Kepemimpinannya tampil dengan penuh rasa kekeluargaan, sopan-santun, lemah-lembut dan gemar musyawarah.

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lernbut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dan sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya.” (QS. Au Imran: 159)



Tak ada suatu kesangsian bahwa binbingan suci atau agama yang dibawa dan diajarkan oleh Rasulullah saw. adalah bimbingan kebenaran yang dapat membawa umat manusia kepada keselamatan dan kebahagiaan yang hakiki. Bimbingan tersebut memberikan kepada manusia makna kehidupan dalam seluruh arti kehidupan yang ideal, duniawiah, dan ukhrawiah. Seorang muslim dalam bentuk yang ideal, bukan saja meiniliki keimanan yang benar, amalan-amalan yang betul sepanjang yang digariskan dalam kitab suci Al-Quran dan As-Sunah Rasulullah saw. tetapi juga meiniliki akhlak yang tinggi dan mulia.

Seseorang muslim mencerininkan kebenaran dan ketinggian ajaran Islam. Potensi dan kekuatan umat Islam, justru terletak landasannya kepada tiga faktor, yaitu keimanannya yang teguh kepada Allah swt., kebenaran dan kesempurnaan amalan-amalannya, ketinggian akhlak dan keluhuran budiriya selaku mukmin.

Manusia mukinin muslim yang memiliki ketiga faktor tersebut, tidak akan menjadi lemah atau terombangambing dalam gelombang-gelombang kehidupan dan penghidupannya lahir dan batin, sebab keimanan yang bersemayam dalam hatinya tak dapat dipatahkan oleh tenaga-tenaga alainiah yang hebat dan dahsyat. Muslim yang mengimani dan mengamalkan Islam yang diajarkan Nabi Muhammad tentu meiniliki syarat kemajuan dalam hidupnya sebagai individu dan selaku umat.
Sumber Pustaka: Bumi Aksara