Melaksanakan Perintah Tuhan Yang Maha Esa Dalam Bermasyarakat, Berbangsa Dan Bernegara

Melaksanakan Perintah Tuhan Yang Maha Esa Dalam Bermasyarakat, Berbangsa, Dan Bernegara


  • Keimanan
Salah satu wujud keimanan, ialah kepercayaan dan keyakinan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Iman merupakan faktor yang fundamental dan menjadi titik tolak yang melandasi tingkah laku dan amal perbuatan manusia. Untuk mewujudkan keimanan, seseorang perlu memanifestasikannya dalam wujud perbuatan atau tingkah laku yang balk dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara selain ketekunan beribadah.
  • Ketakwaan
Takwa merupakan sikap mental seseorang yang senantiasa ingat, waspada, dan hati-hati memelihara dirinya dan perbuatan dosa, menjaga keselamatan dengan melakukan hal yang baik dan benar, serta pantang melakukan perbuatan yang jahat dan salah dengan dilandasi fiat ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sikap takwa kepada Tuhan Yang I4ahaEsa itu merupakan dasar tingkah laku dan ama! perbuatan dan orang-orang yang beragama.


Menjauhi Larangan Tuhan Yang Maha Esa


Patuh melaksanakan perintah Tuhan Yang Maha Esa, berarti kita bersedia berbuat kebaikan dan ikhlas melaksanakan ibadah untuk kebajikan di dunia dan akhirat. Kita pun hendaknya meyakini bahwa setiap kebaikan yang kita lakukan, akan mendapatkan ba1aan dan pahala dan Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Keyakinan kita yang demikian itulah, yang akan menyehabkan kita sebagai umat beragama memiliki sikap hidup khas, yaitu patuh melaksanakan perintah Tuhan Yang Maha Esa secara tertib dan teratur.

Pengertian ketakwaan dalam agama mencakup perintah dan larangan. Perbedaan di antara keduanya adalah sebagai berikut.
  1. Perintah mengandung pengertian wajib dilaksanakan. sedangkan larangan mengandung pengertian wajib dijauhi.
  2. Perintah sebagai medan gerak, sedangkan larangan sebagai gans batas atau pemisah antara yang dibeharkan dan yang tidak dibenarkan.
  3. Perintah apabila dilaksanakan mendapat imbalan yang disebut pahala, sedangkan larangan mengakibatkan sanksi yang disebut dosa.
  4. Perintah bila tidak dilaksanakan mengakibätkan sanksi atau dosa. sedangkan larangan bila dijauhi mendapat imbalan atau pahala.
Selain memerintahkan umat beragama untuk berbuat kebaikan dan melaksanakan ibadah, Tuhan Yang Maha Esa juga melarang semua umat beragama berbuat jahat kepada sesama manusia. Misalnya, menghina, menipu, memfitnah, mengurangi dan merusak hak milik orang lain dengan sengaja, serta membunuh Dengan demikian, berbuat kebaikan itu berarti menuruti perintah Tuhan Yang Maham Esa, sedangkan berbuat jahat itu berarti mengikuti perintah iblis dan setan.
Sumber Pustaka: Grafindo Media Pratama