Nilai-Nilai Pancasila Pada Masa Perjuangan Bangsa Indonesia Melawan Penjajah

Nilai-Nilai Pancasila Pada Masa Perjuangan Bangsa Indonesia Melawan Penjajah


Berikut ini adalah nilai-nilai Pancasila di masa perjungan bangsa Indonesia saat melawan para penjajah.

Perjuangan Sebelum Abad XX


Di mana pun tempatnya penjajahan selalu membawa dampak yang merugikan bagi bangsa yang dijajah. Deinikian juga yang terjadi di negara kita, penjajah Belanda telah men indas dan membuat bangsa Indonesia menderita. Di bawah penindasan ini bangsa Indonesia mulai menyadari arti penting kemerdekaan oleh sebab itu, muncullah berbagai perlawanan menentang penjajah Belanda yang terjadi hampir di seluruh wilayah tanah air. 



Perlawanan dalam mengusir penjajah Belanda dilandasi semangat patriotism dan semangat berortan. Namun deinikian perlawanan-perlawanan ini belum membuahkan ‘as yang diharapkan karena perlawanan tisik ini masih dilakukan sendiri-sendir masih bersifat kedaerahan) sehingga belum berhasil mengusir penjajah Belanda.

Masa Kebangkitan Nasional (1908)


Pada permulaan abad XX bangsa Indonesia mengubah cara atau strategi dalam melakukan perlawanan terhadap penjajah Belanda. Kegagalan perlawanan secara fisik dan tidak adanya koordinasi perjuangan pada masa lalu, mendorong peinimpin-peinimpifl Indonesia untuk mengubah bentuk perlawanan. Bentuk perlawanan itu ialah dengan membangkitkan kesadaran bangsa Indonesia akan pentingnya bemegara. Usaha-usaha yang dilakukan adalah dengan mendirikan berbagai macam organisasi politik selain organisasi yang bergerak dalam bidang pendidikan dan sosial.

Organisasi pelopor pertama adalah Budi Utomo yang berdiri pada tanggal 20 Mei 1908. Mereka yang tergabung dalam organisasi ini mulai merintis jalan baru ke arah tercapainya cita-cita perjuangan bangsa Indonesia. Tokoh Budi Utomo yang terkenal adalah dr.Wahidin Sudirohusodo. Kemudian bermunculanorganisasi pergerakan lain, seperti Sarikat Dagang Islam (1909), yang kemudian berubah bentuknya menjadi pergerakan politik dengan nama Sari kat Islam (1911) di bawah pimpinan H.O.S.Tjokroaininoto. Kemudian muncul pula Indische Partij (1913) dengan pimpinan Douwes Dekker, Ciptomangunkusumo, dan Ki Hajar Dewantoro. Namun. karena terlalu radikal peinimpin Indische Partij ini dibuang ke luar negeri pada tahun 1913. Kemudian berdiri Partai Nasional Indonesia (1927) yang dipelopori oleh Soekarno dan kawan-kawan.

Sumpah Pemuda


Pada tanggal 28 Oktober 1928 terjadilah tonggak peristiwa sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam mencapai cita-citanya. Pemuda-pemuda Indonesia yang dipelopori oleh Muh.Yainin, Kuncoro Purbopranoto. Dan lain-lain mengumandangkan Sumpah Pemuda yang berisi pengakuan akan adanya bangsa, tanah air, dan bahasa satu yaitu Indonesia.

Melalui sumpah pemuda ini makin tegaslah apa yang diinginkan bangsa Indonesia, yaitu kemerdekaan tanah air dan bangsa. Untuk mencapai apa yang diinginkan bangsa Indonesia tersebut, diperlukan adanya persatuan dan kesatuan bangsa. Sumpah pemuda merupakan wujud nyata keinginan bangsa Indonesia untuk bersatu dalam rangka mencapai kemerdekaan tanah air dan bangsa.

Nilai Pancasila pada Masa Perjuangan Melawan Penjajahan Jepang


Pada tanggal 8 Maret 1941, Jepang masuk ke Indonesia. Pada awalnya Jepang memberi kesan lunak terhadap bangsa Indonesia dengan propaganda ingin  membebaskan bangsa Indonesia dan cengkeraman Belanda. Untuk menarik simpati bangsa Indonesia, Jepang memperbolehkan pengibaran Bendera Merah Putih serta menyanyikan lagu Indonesia Raya. Akan tetapi. hal itu merupakan tipu muslihat Jepang agar rakyat Indonesia membantu Jepang dalam rre-gradapi Belanda.
Sumber Pustaka: Aneka Ilmu