Pengertian Lembaga Keagamaan Dan Lembaga Yang Resmi

Pengertian Lembaga Keagamaan



Lembaga keagamaan berarti badan atau organisasi yang bertujuan mengembangkan dan membina kehidupan beragama. Lembaga keagamaan merupakan badan tempat mengembangkan dan membina kehidupan beragama.

Lembaga keagamaan memiliki arti penting dalam membina dan mengernbangkan kehidupan beragama, meningkatkan keimanan dan ketakwaan. dan membina kerukunan hidup antarumat seagama dan antarumat yang berbeda agama. Dengan adanya lembaga keagamaan, setiap kelompok penganut agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa mempunyai wadah tempat pembinaan. Selain itu, jika terjadi sesuatu pertentangan atau konflik antarumat heragama. para aparat lembaga keagamaan melakukan dialog, kerja sama, dan musyawarah untuk mengatasinya, di bawah pengawasan dan pembinaan Departemen Agama.

Agama yang resmi diakui negara kita adalah.


  • Islam.
  • Kristen Protestan,
  • Kristen Katolik,
  • Hindu,dan
  • Buddha.
Mengingat kenyataan masih banyaknya warga negara Indonesia yang menganut aliran kepercayaan tertentu maka negara kitajuga mengakui adanya penganut keperc ayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Akan tetapi, mereka pun harus mengikuti peraturan-peratUran yang berlaku serta tidak menyinggung SARA dan suatu agama.

Pengaturan dan pengawasan khusus terhadap aliran kepercayaan ini dilakukan oleh suatu badan yang dinamakan PAKEM (Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat). Badan ini berada di bawah Kejaksaan Agung. Tujuan dIbentuknya badan ini adalah supaya aliran-aliran ini tertib dan menjaga agar tidak dimasuki paham-paham yang memhahayakan masyatakat atau menyiiggung salah satu agama.

Dalam GBHN pun dijelaskan bahwa “Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa bukan merupakan agama. Pembinaan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dilakukan:
  1. agar tidak mengarah pada pembentukan agarna bäru:
  2. untuk mengefektifkan pengambilan langkah yang perlu agar pelaksanaan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa benar-benar scsuai dengan dasar Ketuhanan Yang MahaEsa menurut dasar Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.
Sumber Pustaka: Grafindo Media Pratama