Perjuangan Melawan Penjajah Sebelum Tahun 1908

Perjuangan Melawan Penjajah Sebelum Tahun 1908



Perjuangan melawan penjajah menunjukkan semangat nasionalisme dan patriotisme bangsa Indonesia, sudah mengadakan perlawanan terhadap penjajah sebelum tahun 1908. Perlawanan bangsa Indonesia terhadap para penjajah antara lain sehagai berikut.



Perlawanan terhadap Portugis dan Span vol


Portugis masuk ke Indonesia (Ambon dan Ternate) pada tahun 1512 di bawah pimpinan d’Abreu dun Serrao. Bangsa Portugis mulai menjajah Indonesia tahun 1522. Mereka mendirikan sebuah benteng pertahanan di Ambon. Pen jajahan bangsa Portugis mendapat perlawanan dan bangsa Indonesia (Ternate dan Tidore). Perjuangaii itu dipimpin oleli Sultan Hairun, kemudian diteruskan oleh Sultan Baahullah (1570) yang berhasil merebut benteng Portugis di Ambon. Penjajahan Portugis berakhir pada tahun 164! ketika Helanda herhasil menyapu bersih henteng terakhir di Ambon, kecuali wilayah Tiruor Timur (1975).

Bangsa Spanyol datang ke Indonesia padatahun 1521. Mereka tidak sempat menanainkan kekuasaannya di Indonesia. Mereka terusir tas knsekuensi Per/an/iou Suragosa pada taliun 1525. Perjanjian itu menetapkan bahwa Indonesia adalah jajahan Portiigis dan Fitipina jajahan Spanyol.

Perlawanan terhadap Belanda


Belanda (VOC) masuk ke Indonesia pada tahun 1596. Datangnya bangsa Belanda (VOC) ke Indonesia dipimpin oleh Jan Pieterzoen Coen, Mereka menggunakan politik devide et impera memecah belah kemudian menguasai. Penjajahan Belanda mendapat perlawanan dan hangsa Indonesia yang digerakkan dan dipelopori oleh generasi muda pada umumnya. Perlawanan bangsa Indonesia dilandasi oleh cinta tanah air dan bangsa (nasionalisme dan patriotisme). Hal itulah yang kemudian menumbuhkan rela berkorhan untuk kepentingan bangsa dan negara, dan berani membela kehenaran dan keadilan.

Perjuangan bangsa Indonesia pada masa ini belum berhasil. Kegagalan itu disebabkan perjuangan pada saat itu masih bersifat kedaerahan dan kurang tingginya persatuan dan kesatuan bangsa.
Sumber Pustaka: Yudhistira