Arti Dan Norma Kerja Sama Dalam Berbagai Kehidupan Dan Masalahnya

Arti Dan Norma Kerja Sama Dalam Berbagai Kehidupan Dan Masalahnya



Dalam sejarah perjalanan umat manusia terbukti bahwa manusia atau suatu bangsa tidak dapat melepaskan din dan hubungan/kerja sama dengan manusia atau bangsa lain. Dengan kerja sama, suatu bangsa dapat berkembang dan maju. Misalnya bangsa Yunani dan Romawi beberapa abad sebelum Masehi dan Jepang pada pertengahan abad ke- 19 sampai sekarang. Sebaliknya, apabila bangsa tersebut menutup din, ia akan mengalami kemardekan bahkan kemunduran, misalnya Jepang pada abad ke- 17 sampai pertengahan abad ke- 19, Cina di bawah Dinasti Manchu pada abad ke- 19, dan lain-lain.



Bangsa Indonesia telah rnembuktikan pentingnya kerja sama ketika mengusir penjajah. Waktu itu, kita berjuang sendiri-sendiri tanpa mengikutsertakan daerah, suku, atau golongan lain. Dengan kata lain, tidak adanya kerja sama di antara satu suku bangsa dengan suku bangsa yang lainnya, maka gagallah perjuangan kita. Akan tetapi, setelah dilakukan perjuangan secara bersama-sama, akhimya kita berhasil mengusir penjajah dan negeri kita. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kerja sama dapat melahirkan kekuatan dan kekuatan akan membawa keberhasilan.

Kerja sama antara berbagai pihak dapat terwujud karena di dorong oleh beherapa faktor, antara lain 2
  1. adanya persamaan tujuan;
  2. adanya perasaan bahwa yang satu merupakan bagian dan yang lain;
  3. adanya pengakuan persamaan derajat, hak dan kewajiban, dan lain-lain.

Norma Kerja Sania dalain Berbagai Kehidupan


Norma adalah aturan atau pedomnan. NorMia kerja sama berarti aturan atau pedoman bagaimana semestinya kita bekerja sama dengan orang lain. Dalam hal kerja sama antar umat beragama, maka kita hams mengembalikan hakikat manusia sebagai makhluk Tuhan, yaitu untuk mengabdi kepada-Nya. Tuhan menciptakan manusia hidup berkelompok-kelompok, bersuku-suku, dan bergolong-golongan, supaya saling mengenal, saling tolong-menolong, dan bekerja sama atas dasar kebajikan dan takwa kepada-Nya. Manusia juga dilarang hermusuhm usuhan dan membuat kerusakan di muka humi ini.

Atas dasar tuntutan tersebut, maka di antara umat beragama meningkatkan kerja sama untuk melaksanakan dan menyukseskan pembangunan mi. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam kerja sama adalah:
  1. pantas dilakukan secara bersama-sama;
  2. bersifat adil;
  3. medatangkan keuntungan/kebaikan;
  4. tidak bertentangan dengan norma-norma yang berlaku; dan
  5. sebatas oal muamaah, bukan akdah.

Masalah Kerja Sama dalam Berbagai Kehidupan


Apabila kita perhatikan perjalanan hidup hangsa Indonesia dan dulu hingga kini, terlihat bahwa tatkala kita tidak bekerja sama dan bersatu, maka gagallah perjuangan kita dalam meraih tujuan. Namun, setelah bekerja sama, kita menjadi berhasil. Contoh, perjuangan Thomas Matulessi dan Maluku (1817), Pangeran Diponegoro di Jawa (1825-1830), dan lrnam Bonjol di Sumatra (1821—1837). Mereka waktu itu tidak bekerja sama dan hersatu. Seandainya mereka bekerja sama dan bersatu niscaya Belanda waktu itu kewalahan dan mungkin telah diusir.

Kesalahan masa lampau segera disadari. Oleh karena itti, Budi Utomo mempelopori persatuan dengan menghimpun kekuatan dan berbagai daerah. Mula-mula hanya Jawa, Madura, dan Bali, tetapi kemudian meluas ke seluruh Nusantara. Gerakan Budi Utomo kernudian diikuti dan dimatangkan oleh organisasi atau partai lain hingga melahirkan Angkatan ‘28 dan Angkatan ‘45. Dan angkatan inilah semangat kerja sama dan persatuan menjadi kokoh. Dalam sejarah, semangat kerja sama persatuan merupakan modal dan motor penggerak utama bagi tercapainya tujuan, yakni kemerdekaan.
Sumber Pustaka: Yudhistira