Bentuk Kerja Sama Antar Pemeluk Agama Dan Asas Ketuhanan Dalam Kehidupan

Bentuk Kerja Sama Antar Pemeluk Agama Dan Asas Ketuhanan Dalam Kehidupan



Pada masa pembangunan seperti sekarang ini, agama mempunyai peranan penting. Satu diantaranya, agama merupakan faktor motivatif. Artinya agama memberikan dorongan batin/moral kepada setiap manusia atau pemeluk agama untuk selalu berbuat baik, jujur, dan bekerja keras. Untuk itu, bangsa
Indonesia yang percaya dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa perlu merapatkan barisan dalam rangka menyukseskan pembangunan ini. Dengan semangat kerja sama yang tinggi di antara kita pemeluk agama,. niscaya pembangunan yang sedang kita laksanakan ini akan berjalan lancar dan berhasil seperti yang kita harapkan.

Bentuk konkret kerja sama di antara pemeluk agama dalam pembangunan dewasa ini dapat berupa:

  1. membayar pajak dengan penuh kesadaran,
  2. memberikan sumbangan untuk menolong musibah bencana alam tanpa memperhatikan agama/kepercayaan yang dipeluk atau dianut oleh penduduk yang kena musihah, misalnya
  3. pengungsi di NTT, Ambon, Aceh dan sebagainya, mendirikan usaha dan kerja sama ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk dan sebagainya.

Pola Kerja Sama dan Asas Ketuhanan Yang Maha Esa dalam Berbagai Kehidupan


  • Pola Kerja Sama Antar pemeluk Agama
Kecuali berperan sebagai pendorong motivasi, agama juga menjadi faktor kreatif dan inovatif, artinya agama memberikan dorongan semangat kepada pemeluknya untuk bekerja kreatifdan produktif dengan penuh dedikasi untuk membangun kehidupan yang lehih balk. Ini berarti agama menuntun umatnya untuk dapat bekerja sama dengan siapa pun termasuk peineluk agama atau kepercayaan deini kemajuan dan kesejahteraan bersania. Hanya saja yang perlu diingat, bahwa kerja sama tersebut hendaknya sehatas yang bersifat muamalah atau hubungan sosial kemasyarakatan, bukan bersifat akidah atau peribadatan khusus. Jadi, dalam kerja sama antarumat beragama hendaknya jangan sampal mencampuradukkan antara ajaran agama atau kepercayaan satu dengan lainnya.

Kerukunan hidup heragama bukanlah mensinkretkun ajaran agama dalam arti mencampuradukkan ajaran agama, tetapi kerukunan sesama warga negara yang herheda agama, bersatu untuk saling membantu dan kerja sama, jika tidak dapat saling membantu, setidak-tidaknya tidak saling mengganggu.
  • Asas Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam Kehidupan Manusia
Takwa secara sederhana dapat diartikan dengan penuh kesaclaran menjalankan segala perintah-perintah Tuhan dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Apabila ini telah dihayati dan tertanam dalam jiwa setiap orang, maka apa yang dilakukan orang tersebut dalam kehidupan sehari-hari pada hakikatnya merupakan pancaran dan perintah/ajaran Tuhan tersebut. Dalam praktiknya, apabila sedang mendapatkan keberhasilan, ia tidak sombong, tidak takabur, dan tidak merasa berhasil sendiri. Sebaliknya apabila sedang mengalaini kegagalan, ia tidak akan putus asa, melainkan akan tetap sabar dan tawakal.
Sumber Pustaka: Yudhistira