Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Perubahan Kurs

Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Perubahan Kurs



Beberapa faktor penting yang memengaruhi perubahan kurs valuta asing, inisalnya:

Perubahan Harga Barang-Barang Ekspor


Perubahan harga barang-barang ekspor akan memengaruhi permintaan barang ekspor oleh luar negeri. Jika harga barang ekspor mengalami kenaikan, maka permintaan barang tersebut di luar negeri akan berkurang. Akibatnya, permintaan terhadap mata uang domestik pun akan berkurang dan nilai kurs domestik akan melemah. Apabila harga barang-barang ekspor mengalaini penurunan, maka yang terjadi adalah sebaliknya.



Kenaikan Harga-Harga Umum (Inflasi)


Keadaan inflasi yang terjadi di satu negara dapat menurunkan nilai mata uangnya. Kenaikan harga di dalam negeri akan menyebabkan penduduk di negara itu semakin banyak mengimpor dan negara lain. Permintaan terhadap valuta asing pun akan bertambah dan nilai mata uang domestik pun melemah.

Perubahan Tingkat Bunga dan Tingkat Pengembalian Investasi


Selain faktor-faktor di atas, kurs valuta asing juga dipengaruhi oleh tingkat bunga dan tingkat pengembalian investasi. Keduanya merupakan pendorong munculnya aliran modal internasional di suatu negara. Tingkat pengembalian investasi yang lebih menarik akan meningkatkan pemasukan modal ke negara tersebut. Penawaran valuta asing yang bertambah akan menurunkan harganya sehingga meningkatkan nilai mata uang di negara yang dialiri modal.

Perubahan Cila Rasa Masyarakat


Perubahan cita rasa masyarakat akan memengaruhi permintaan terhadap produk-produk dan negara lain. Apabila penduduk Indonesia lebih menyukai produk buatan luar negeri, maka permintaan terhadap mata uang asing menjadi bertambah. Akibatnya, kurs mata uang asing terhadap rupiah cenderung naik, atau nilai rupiah melemah.

Faktor Non-Ekonomis


Selain faktor-faktor ekonomi, perubahan kurs juga dipengaruhi oleh faktor nonekonomis, inisalnya politik. Kondisi politik yang tidak stabil, inisalnya terjadi kekacauan, pemberontakan, atau perang cenderung menurunkan nilai kurs suatu negara.
Sumber Pustaka: Fakultas Ekonomi UI