Kegunaan Dan Kelayakan Konsensus Dalam Kehidupan Masyarakat

Kegunaan Dan Kelayakan Konsensus Dalam Kehidupan Masyarakat



Dalam kehidupan masyarakat, manusia sebagai makhluk yang dibekali akal dan pikiran, secara absolut bebas untuk berbuat apa saja yang menurut akal pikiran dan nalurinya, dalam mengejar cita-citanya dan juga berhak mengejar kepentingannya masing-masing. Jika hak dankebebasan tidak dikendalikan oleh norma-norma pergaulan/aturan-aturan hukum, maka akan terjadi benturan-benturan hak yang pati gilirannya akan terjadi pertikaian dan konflik kepentingan.

Berdasarkan akal dan pikiran manusia mengadakan kesepakatan/konsensus untuk menciptakan masyarakat yang tenang tanpa adanya konflik sehingga memudahkan usaha dalam mencapai keinginannya masing-masing. Melalui konsensus/kesepakatan dibentuklah perauran yang nantinya dapat digunakan untuk mencegah timbulnya konflik-konflik serta memecahkannya dalam kehidupan masyarakat.



Konsensus dibutuhkan dalam tata kehidupan baik masa lalu maupun sekarang dan masa yang akan datang.

Contoh-contoh:
  1. Thomas Hobbes menerangkan keadaan manusia sebelum ada negara, manusia hidup dalam keadaan alam bebas tanpa ada ikatan apapun. Dalam keadaan demikian mi, manusia selalu saling bersaing untuk memenuhi kepentingannya (karena tidakada konsensus atau peraturan), sehingga terjadi peperangan seorang melawan seorang, seorang melawan semua orang. Dalam keadaan seperti itu tidak ada keadilan sama sekali. Untuk adanya keadihrn hams ada peraturan yang mengatur perbuatan manusia antara yang boleh dan yang tidak boleh dilakukan. mi berarti hams ada pembuat peraturan yang diakui kewenangannya, yaitu negara. Untuk itu, menurut Thomas Hobbes, manusia-manusia itu harus berkonsensus, mengadakan suatu perjanjian, yang disebut perjanjian masyarakat (du contract sociale), untuk membentuk suatu masyarakat dan selanjutnya negara. Di mana setiap orang yang berada di dalam negara itu dapat bekerja untuk memiliki sesuatu dan tidak terancam jiwanya.
  2. Dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, pada tahun 1928 para pemuda di seluruh tanah air menghendaki adanya persatuan, karena denganpersatuanlah kemerdekaan bangsa Indonesia dapat dicapai. Para pemuda mengadakan kongres di Jakarta tanggal 28 Oktober 1928 dan kemudian dapat mencetuskan sumpah pemuda, yang menimbulkan kesadaran akan kesatuan Indonesia dalam segala segi, baik segi bahasa, bangsa, tanah air, dan kebudayaan. Konsensus dalam sumpah pemuda yaitu satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa persatuan Indonesia. Dan contoh di atas maka kita mengetahui akan kegunaan dan kelayakan konsensus dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan beregara.
Sumber Pustaka: Yudhistira