Pengertian Sistem Politik Dan Macamnya

Pengertian Sistem Politik



Untuk memahami pengertian sistem politik terlebih dahulu kita harus mengetahui arti kata “sistem” dan “politik”. Menurut Prof. Pamudji, sistem adalah suaru kebulatan atau keseluruhan yang kompleks atau terorganisir, suatu himpunan atau perpaduari hal-hal atau bagian-bagian yang membentuk suatu kebulatan, atau keseluruhan yang kompleks dan utuh.

Sistem dapat pula diartikan sebagai kumpulan fakta, pendapat, kepercayaan, dan lain-lain yang disusun dalam suatu cara yang teratur.



Kata politik berasal dan bahasa Yunani “polis”. Polis adalah kota yang berstatus negara/ negara kota. Segala kegiatan yang dijalankan oleh polis adalah untuk kelestarian dan perkembangannya. Secara umum, politik dapat diartikan macam-macam kegiatan dalarn suatu sistem politik/negara yang menyangkut kemaslahatan hidup seluruh warga negara. Politik pada dasamya inenyangkut tujuan-tujuan masyarakat, bukan tujuan prihadi, Untuk itu, politik sebagian besar menyangkut kegiatan partai politik, tentara dan organisasi kemasyarakatan, walaupun tidak menutup kemungkinan bagi kegiatan-kegiatan yang bersifat perseorangan.

Macam-macam Sistem Politik


Macam-macam sistem politik yang hendak diuraikan sesungguhnya merupakan tipe atau model yang didasarkan pada sudut kesejarahan dan perkembangan sistem politik dan berbagai negara yang disesuaikan dengan perkembangan kultur dan struktur masyarakatnya.

Almond dan Powell membagi 3 (tiga) katagori sistem politik, yakni:
  • Sistem-sistem primitif yang intermittent (bekerja dengan sebentar-sebentar istirahat). Sistem politik ini sangat kecil kemungkinannya untuk mengubah peranannya menjadi terspesialisasi atau lebih otonom. Sistem ini lebih mencerininkan suatu kebudayaan yang samar-samar dan bersifat keagamaan.
  • Sistem-sistem tradisional, dengan struktur-struktur bersifat pemerintahan politik yang berbeda-beda dan suatu kebudayaan “subyek”.
  • Sistem-sistem modem, di mana struktur-struktur politik yang berbeda-beda (partaip artai politik, kelompok-kelompok kepentingan dan media massa) berkembang dan mencerminkan kegiatan budaya politik partisipan.
Alfian mengklasifikasikan sistem politik menjadi 4 (empat) tipe, yakni:
  1. Sistem politik otoriter/totaliter
  2. Sistem politik anarki
  3. Sistem politik demokrasi
  4. Sistem politik demokrasi dalam transisi
Ramlan Surbakti mengklasifikasikan sistem politik dengan empat macam kriteria.
Sumber Pustaka: Sinar Grafika