Pengertian, Tujuan, Dan Liputan Pembangunan Nasional

Pengertian, Tujuan, Dan Liputan Pembangunan Nasional



Untuk dapat menjamin kelangsungan hidupnya, suatu negara mutlak memerlukan sarana dan prasarana pembangunan di segala bidang. Masyarakat yang adil dan makmur sebagai cita-cita bangsa Indonesia akan dapat terwujud jika kita mau dan mampu berpartisipasi menyukseskan pelaksanaan pembangunannasional. Namun, dalarn rangka melaksanakan pembangunan nasional yang merata material dan spiritual, sangat diperlukan sikap mental cermat dan hidup hemat.

Sikap demikian diperlukan dalam pelaksanaan pembangunan nasional yang efisien dan efektif. Yang kita bangun bukan saja sarana-sarana pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga kebutuhan mental-spiritual. Sumber daya manusia merupakan perilaku sekaligus tujuan dan pembangunan itu sendiri sehingga tampak adanya keserasian, keselarasan, dan keseimbangan.



Kata pembangunan mempunyai pengertian sebagai suatu usaha yang terencana dan terarah dalam meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan rakyat, bangsa, dan negara ke arah kehidupan yang lebih baik. Jadi, dalam pelaksanaan pembangunan, rakyat harus menjadi sasaran akhir terwujudnya tingkat kesejahteraan dan taraf hidup yang berkualitas, maju, dan mandiri.

Visi pembangunan nasional dalam GBHN 1999, yaitu terwujudnya masyarakat Indonesia yang damai, demokratis, dan berkeadilan, berdaya saing, maju dan sejahtera dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang didukung oleh manusia Indonesia yang sehat, mandiri, beriman, betakwa, berakhlakmulia, cinta tanah air, berkesadaran hukum dan lingkungan, mengusai limu pengetahuan dan teknologi, memiliki etos kerja yang tinggi serta berdisiplin. Visi pembangunan nasional tersebut menegaskan adanya keinginan kuat, tekad, dan semangat bangsa Indonesia yang tidak hanya mengejar kehidupan dunia, tetapi juga kebahagiaan di akhirat. Oleh karena itu, pelaksanaan pembangunan nasional hams dapat menciptakan keserasian, keselarasan, dan keseimbangan hidup yang mencakup kehidupan bidang agama, politik, ekonomi, sosial budaya, dan hankam.

Pembangunan di segala bidang disertai etiket dan moral Pancasila harus dilaksanakan dengan kesungguhan hati, penuh pengabdian, rela berkorban, kecermatan, dan hidup hemat. Dengan demikian, hasil-hasil pembangunan mampu memenuhi asas manfaat, adil dan merata, aman untuk kelestarian lingkungan, serta semakin mendorong motivasi dan partisipasi rakyat untuk terus meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidupnya.
Sumber Pustaka: Yudhistira