Perubahan Di Eropa Dan Asia Barat Berkaitan Dengan Pencarian Jalan Langsung Ke Indonesia

Perubahan Di Eropa Dan Asia Barat Berkaitan Dengan Pencarian Jalan Langsung Ke Indonesia



Pada tahun 1300 lahir kekuasaan Turki Usmani yang didirikan Amir Usman. Letak wilayah Turki Usmani
berdekatan dengan Kerajaan Byzantium (Romawi Timur). Akibatnya, kedua kerajaan besar mi selalu bersaing dan bahkan sering terlibat dalam pertikaian. Pada tahun 1363 Turki Usmani berhasil menduduki kota Adrianopel yang kemudian dijadikan sebagai ibukota kerajaan.

Jatuhnya kota Adrianopel membuat Byzantium terancam kedudukannya. Begitu pula dengan nasib kerajaan-kerajaan dan bangsa Slavia, seperti Serbia, Bulgaria, dan Hongaria. Bangsa-bangsa tersebut memang sempat bergabung untuk menentang agresi Turki. Namun, Turki dapat mengalahkan persekutuan itu. Bahkan seusai menaklukkan Adrianopel, Turki Usmani berhasrat pula menguasai Konstantinopel.



Sudah sejak lama bangsa-bangsa di Asia Barat mereka menguasai kota pusat perdagangan di sekitar Laut Tengah. Akan tetapi, blokade mereka senantiasa dapat digagalkan Byzantium. Konstantinopel temyata merupakan sebuah kota yang memiliki pertahanan kuat. Pelabuhan-pelabuhannya dilengkapi benteng-benteng, mercusuar, dan rantai-rantai besar. Semua itu untuk menghalangi setiap armada yang ingin masuk. Selain itu, daratan di sebelah barat kota juga dipasang pagar yang berlapis.

Muhammad II merupakan Sultan Turki Usmani yang banyak menaruh perhatian terhadap usaha-usaha penaklukkan Konstantinopel. Demi mewujudkan ambisinya, ia menyiapkan segala perlengkapan perang dengan cara membuat meriam yang besar-besar. Sultan Muhammad II kemudian mengirim 70 armada kapal untuk mengepung

Konstantinopel. Pengepungan terhadap kota tersebut berjalan selama kurang lebih 50 hari. Armada Turki Usmani terus-menerus memuntahkan peluru ke dinding-dinding kota. Kaisar Konstantin Palaelogus berusaha mempertahankan kotanya. Namun, usaha ini mengalami kegagalan. Laskar Turki Usmani dapat memasuki kota sehingga jatuhlah Konstantinopel pada tahun 1453.

Jatuhnya kota Konstantinopel menimbulkan kesulitan bagi bangsa-bangsa Eropa, terutama dalam bidang perdagangan. Semula kebutuhan barang-barang dagang yang berasal dan Asia banyak dipasok melalui Konstantinopel. Namun, ejak jatuhnya kota tersebut, bangsa Turki mempersulit masuknya orang-orang Eropa dengan cara mengeluarkan peraturan-peraturan perdagangan. Selain itu, hubungan perdagangan antara bangsa-bangsa Eropa dan Asia Barat, khususnya Turki, mengalami pemutusan. Akibatnya, bangsa-bangsa Eropa merasa tertantang untuk mengadakan penjelajahan samudera dalam mencari daerah penghasil barang-barang yang dibutuhkannya, terutama rempah-rempah.

Bangsa Eropa yang memeloponi penjelajahan samudera, yaitu Portugis dan Spanyol. Di antara bangsa-bangsa lain, kedua bangsa mi menghadapi kesulitan ekonomi paling parah sejak jatuhnya Konstantinopel. Akhimya, Pontugi dan Spanyol memutuskan untuk mencari jalan menuju daerah produsen barang-barang.

Ada beberapa faktor yang mendorong terjadinya penjelajahan samudera:
  1. Ajaran Copernicus yang menyatakan bahwa burni itu bulat.
  2. Kisah perjalanan Marco Polo ke dunia timur yang diceritakan dalam buku Iniago Mundi (Anggapan tentang Dunia).
  3. Timbulnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, seperti penemuan kompas, navigasi, mesiu, dan peralatan kapal yang mempermudah pelayaran.
  4. Terdorong mewujudkan semangat 3-G, yaitu gold, glory, dan gospel (mencari kekayaan, memperoleh kejayaan, dan menyebarkan agama Kristen).
Hasrat Portugis dan Spanyol untuk mencari jalan ke dunia timur sangatlah besar. Upaya yang nyata adalah dengan mendirikan lembaga pendidikan pelayaran. Putera Raja Portugis, Henrique el Navegador adalah tokoh yang berupaya memajukan dunia pelayaran di negerinya. Ta banyak menyumbang dana bagi perkembangan pendidikan di lembaga tersebut.
Sumber Pustaka: Sinar Grafika