Proses Dan Tujuan Kedatangan Bangsa Belanda Ke Nusantara

Proses Dan Tujuan Kedatangan Bangsa Belanda Ke Nusantara



Pada tahun 1568—1648 meletus perang kemerdekaan antara Belanda dan Spanyol yang terkenal dengan sebutan Perang 80 Tahun. Perang kemerdekaan ini timbul karena bangsa Belanda tidak rnau tunduk kepada Spanyot. Selain itu, bangsa Belanda juga menolak mengakui kekuasaan Spanyol. Sebelumnya, Raja-Philip II (Spanyol) telah memaksa Belanda untuk tidak mengikuti paham pembaharuan dalam agama Kristen.

Sebelum dan selama perang berlangsung, Belanda mempunyai peranan yang amat besar dalam pendistribusian barang-barang di kawasan Eropa. Kapal-kapal dagang Belanda banyak memuat barang-barang yang diperolehnya di Lisabon (Portugal). Kota ini, pada masa itu memang merupakan pusat perdagangan di Eropa Barat dan banyak terdapat rempah-rempah yang dibawa Portugis dan Asia. Kegiatan perdagangan melalui Lisabon amat menguntungkan Belanda.



Menyaksikan kemajuan Belanda, Raja Philip Ii berusaha menyatukan Portugal dan Spanyol dengan cara menutup pelabuhan Lisabon bagi Belanda. Tujuannya adalah menekan dan menghancurkan kekuatan ekonoini Belanda sehingga Belanda tidak dapat membiayai dan melanjutkan perangnya. Namun, penutupan Lisabon justru telah mendorong bangsa Belanda mencari jalan sendiri ke wilayah Nusantara. Belanda mengetahui bahwa produsen rempah-rempah adalah daerah di Nusantara. Belanda juga mengetahui letak Nusantara karena banyak pelautnya yang bekerja untuk bangsa Portugis di Asia. Cornelis de Houtman pernah menjadi mualim kapal Portugis. Deinikian pula Jan Huyghen van Linschoten yang pemah bekerja untuk Portugis di Asia selama 14 tahun.

Dengan berpedoman kepada huku Jtinerario (garis perjalanan) karya Jan Huygen van Linschoten, dimulailah ekspedisi Belanda menuju Indonesia di bawah pimpinan Cornelis de Houtman. Pada tahun 1596 mereka mendarat di pelabuhan Banten. Rombongan pertama Belanda tidak membuahkan hasil yang diharapkan. Cornelis de Houtman dan anak buahnya diusir penduduk pesisir Banten sebab mereka bersikap kasar dan sombong. Ekspedisi pertama pulang dengan tangan hampa. Namun, mereka telah membuka jalan bagi ekspedisi berikutnya. Ekspedisi kedua Belanda dipimpin Jacob van Neck. Pada tahun 1598 rombongan ini mendarat di Banten. Dengan berbekal pengalaman pahit dan ekspedisi Comelis de Houtman, mereka kemudian berlaku sopan dan hormat kepada penduduk setempat. Tidak mengherankan apabila kedatangan ekspedisi ini mendapat sambutan yang baik dan masyarakat Banten. Apalagi saat itu masyarakat Banten sedang bermusuhan dengan Portugis. Situasi ini menjadi peluang bagi Belanda untuk membina kerja sama di bidang perdagangan.

Sesudah mendapatkan keuntungan yang banyak, rombongan Belanda kembali ke negerinya dengan muatan kapal yang penuh rempah-rempah. Keberhasilan ekspedisi Belanda kedua ini telah mendorong para pedagang Belanda untuk datang ke Nusantara. Sejak saat itu, berbondong-bondonglah kapal Belanda datang ke wilayah-wilayah di Nusantara. Akan tetapi, di antara mereka belum terdapat satu ikatan yang dapat mempersatukan dan memperkuat kedudukannya di wilayah Nusantara. Atas dasar pertimbangan itu, Johan van Oldenbarneveldt kemudian mengusulkan agar masyarakat Belanda membuat sebuah kongsi dagang seperti yang dilakukan Inggris dan Prancis.

Pada tahun 1602 Belanda mendirikan kongsi dagang yang bemama Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) atau Persekutuan Perusahaan Hindia Timur. Tujuan didirikannya VOC, yaitu

  1. menghilangkan persaingan yang akan merugikan para pedagang Belanda,
  2. menyatukan tenaga untuk menghadapi saingan dan bangsa Portugis dan pedagang-pedagang lainnya di Indonesia, serta
  3. mencari keuntungan yang sebesar-besarnya untuk membiayai perang melawan Spanyol.
Sumber Pustaka: Sinar Grafika