Tumbuhnya Semangat Kebangsaan Dalam Pergerakan Nasional Indonesia

Tumbuhnya Semangat Kebangsaan Dalam Pergerakan Nasional Indonesia



Para pendiri negara (thefoundingfathers) menyadari bahwa negara Indonesia yang hendak didirikan haruslah mampu berada di atas semua kelompok dan golongan yang beragam. Negara Indonesia merdeka yang akan didirikan hendaknya negara yang dapat mengayomi seluruh rakyat tanpa memandang suku, agama, ras, bahasa, daerah, dan golongan tertentu.

Yang diharapkan adalah keinginan hidup bersatu sebagai satu keluarga bangsa karena adanya persamaan nasib, cita-cita, dan karena berasal dalam ikatan wilayah atau wilayah yang sama. Kesadaran demikian melahirkan paham nasionalisme atau paham kebangsaan. Paham kebangsaan melahirkan semangat untuk keluar melepaskan din dan belenggu penjajahan yang telah menciptakan nasib sebagai bangsa yang terjajah, teraniaya, dan hidup dalam kemiskinan. Selanjutnya, nasionalisme memunculkan semangat untuk mendirikan negara dan bangsa dalarn merealisasikan cita-cita, yaitu merdeka dan tercapainya masyarakat yang adil dan makmur.



Semangat kebangsaan (nasionalisme) mulai muncul di Indonesia pada awal abad ke-20 dengan tumbuhnya berbagai organisasi pergerakan. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.
  1. Pergerakan Budi Utorno didirikan oleh para mahasiswa STOVIA di Jakarta pada tanggal 20 Mel 1908. Budi Utomo bergerak di bidang sosial dan budaya. Kelahiran Budi Utomo menandai munculnya nasionalisme di Indonesia sehingga sampai saat mi diperingati sebagai hari Kebangkitan Nasional.
  2. Sarekat Islam (SI) didirikan pada tahun 1911 sebagai penyempurnaan dan Sarekat Dagang Islam (SDI) yang didirikan pada tahun 1905. SI bergerak di bidang ekonomi, khususnya peningkatan kehidupan ekonomi umat Islam di Indonesia.
  3. Indische Partij (IP) pada tahun 1912 didirikan oleh Douwes Dekker, Soewardi Soerjaningrat, dan dr. Cipto Mangunkusurno yang lebih dikenal dengan tiga serangkai. Indische Partij merupakan organisasi politik yang bercita-cita menapai kemerdekaan Indonesia.
  4. Perhimpunan Indonesia (PT) pada tahun 1924 didirikan oleh orang-orang Indonesia yang bersekolah di Belanda. Jadi, P1 adalah organisasi pergerakan Indonesia yang ada di negeri Belanda.
Perhimpunan Indonesia bergerak di bidang politik dengan tujuan berjuang untuk memperoleh permerintahan di Indonesia yang bertanggung jawab kepada rakyat Indonesia. Selain keempat organisasi pergerakan kebangsaan, masih banyak lagi organisasi lain yang didasari semangat nasionalisme Indonesia, seperti Partai Nasional Indonesia, Partai Indonesia Raya, Jong Java, Jong Sumatra, Jong Celebes, dan Tn Koro Darmo. Pada awalnya organisasi tersebut bergerak di bidang sosial, budaya, dan ekonomi. Dalam perkembangan berikutnya organisasi itu didasari sernangat nasionalisme untuk memerdekakan bangsanya sehingga mereka bergerak di bidang politik.

Semangat kebangsaan mi dibangun dan digelorakan oleh putra-putri bangsa Indonesia, khususnya yang mendapatkan pendidikan. Kaum terpelajar mi mulai menyadari bahwa bangsa mereka adalah bangsajajahan yang harus berjuhng meraih kemerdekaan bila ingin menjadi bangsa yang merdeka dan sederajat dengan bangsa lain. Mereka berasal dan berbagai daerah dan suku bangsa yang merasa satu nasib dan penderitaan sehingga bersatu menggalang kekuatan bersama. Misalnya, Soekarno berasal dan Jawa, M. Hatta berasal dan Minangkabau, A.A. Maramis dan Sulawesi, atau Tengku Mohammad Hasan dan Aceh.
Sumber Pustaka: Sinar Grafika