Agama Anglican Di Inggris Dan Gerakan Kontra Reformasi Dalam Revormasi Gereja

Agama Anglican Di Inggris Dan Gerakan Kontra Reformasi Dalam Revormasi Gereja



Pada mulanya raja-raja Inggris memeluk agama Katolik. Ketika Raja Henry VIII Tudor berselisih dengan Paus, karena Paus tidak mau member izin kepada Raja Henry VIII untuk bercerai dengan permaisurinya, maka Raja Henry VIII melepaskan hubungan gereja Inggris dengan Roma. Sejak itu antara Gereja Inggris dengan Roma sudah tidak punya hubungan lagi. Oleh karenanya, yang menjadi kepala agama bukan lagi Paus, melainkan raja Inggris dan agamanya disebut Anglican.



Pada mulanya susunan Gereja Inggris (Anglican) dan ajarannya sama dengan agama Katolik. Tetapi ketika di bawah pemerintahan Raja Edward VI, banyak ajaran Calvin yang masuk menjadi ajarannya, sehingga member warna yang berbeda dengan agama Katolik. Di samping agama Anglican sebagai agama negara di Inggris, agama Katolik masih tetap dpeluk oleh beberapa golongan. Agama Calvin yang murni juga mulai berkembang di Inggris, dan kelak dikenal sebagai agama Puritans (artinya murni). Di Inggris, agama ini terpecah menjadi dua aliran yaitu Presbyterian dan Independent. Para reformator larnnya sebagaf pendahulu dan Marhn Luther dan Jean Calvin di antaranya Jan Hus dan Boheinia John Wycliffe dari Inggris (abad ke-14), Peter Waldo dari Perancis (abed ke-12) Ketiga tokoh reformator ini dianggap pelopor Protestan pertaWa,

Gerakan Kontra Reformasi (Counter Reformation)


Gerkan ini merupakan reaksi dan penganut setia agama Katolik untuk mengadakan pembaharuan dalam tubuh Gereja Katolik dan sebagai reaksi terhadap munculnya gerakan Reformasi. Gerakan Reformasi berkembang semakin pesat dan memberikan koreksi yang sangat berarti bagi perkembangan Gereja selanjutnya. Salah satu peristiwa puncak dalam pembaharuan itu adalah  Konsili Trente (Council of Trent) (1545 — 1563). Para pelopor Kontra Reformasi itu adalah Paus Pius V, Paus Gregorius XIII dan Sixtus V, Raja Filipus II, Santo Carolus Boromeus, Santa Theresia dan Avila, Santo Yohanes dan Salib Suci, dan Santo Ignasius dan Loyola (pendiri Ordo Yesuit). Salah satu implikasi dan gerakan Kontra Reformasi tertuang dalam bentuk seni barok. Kata barok berasal dan bahasa Italia yaitu barocco, artinya mutiara yang tidak rata bentuknya. Seni barok ini muncul pertama kalinya pada zaman renaissance. Seni barok ini berkembang pesat di Italia, Spanyol, Jerman, dan Polandia. Muncul pula pelukis-pelukis terkenal pada masa ini seperti Leonardo da Vinci dan Inichelangelo.

Gerakan Kontra Reformasi ini mendapat dukungan dan pemerintah Jerman. Kaisar Karl V yang beragama Katolik menentang rakyatnya yang beragama Protestan. Tetapi rakyat — yang mendapat dukungan dan rajar aja bawahan yang beragama Protestan — memberikan reaksi keras terhadap Kaisar. Akhirnya, perselisihan dan perang tidak dapat dihindarkan. Untukdapat mengatasi keadaan seperti itu diselenggarakan penjanjian perdamaian agama di Augsburg (1555). Isi ketetapannya adalah, tiap-tiap raja bawahan dapat menentukan agama yang dianut dalam wilayahnya masing-masing. Walaupun mereka sudah berdamai, tetapi usaha-usaha Kontra Reformasi semakin menghebat. Pada tahun 1618 pecah perang agama yang berlangsung selama 30 tahun dan berakhir tahun 1648. Kemenangan berada di pihak Protestan dan selanjutnya diadakan lagi perjanjian perdamaian agama di Westphalen.

Di Spanyol, pada masa pemerintahan Raja Filips II (raja yang beragama Katolik) terjadi perang agama antara Spanyol dengan Belanda tahun 1568. Perang itu berlangsung selama 80 tahun, yaitu dan tahun 1568-1648. Belanda akhirnya dapat mengalahkan Spanyol.
Sumber Pustaka: Erlangga