Definisi Mitos (mitologi) Dan Perbedaannya Dengan Sejarah

Definisi Mitos (Mitologi) Dan Perbedaannya Dengan Sejarah



Mitos biasanya dimulai dengan "kata yang empunya cerita" atau "kata sahibul hikayat". Mitos berasal dari kata Mythos (bahasa Yunani) yang artinya sama dengan dongeng. Mitos dan sejarah sama-sama menceritakan masa lampau, tetapi keduanya memiliki perbedaan sebgai berikut.


Di Indonesia cerita Mitos terdapat pada hampir setiap daerah. Di Sumatera ada cerita Mitos yang menceritakan bahwa Raja Alexander Agung atau Zulkarnaen turun di Gunung Siguntang. Alexander Agung itulah yang menurunkan raja-raja Sumatera Dalam Babad Tanah Jawa, disebutkan bahwa raja-raja Mataram adalah keturunan para nabi. Deinikian juga di daerah Sunda ada cerita Dayang Sumbi yang bersumpah akan kawin dengan siapa saja yang sanggup mengantarkan gulungan benang yang terjatuh. Dayang Sumbi terpaksa harus kawin dengan si tumang anjing jantan peliharaannya, karena anjing itu yang mengantarkan gulungan benang yang dimintanya.



Di Indonesia ini sebenarnya beredar dua jenis mitos, yaitu Mitos asli dan Mitos bukan asli yang berasal dan luar negeri, terutama dan India dan Arab. Menurut seorang ahli folkior bernama Moens Zorab, Mitos-Mitos India telah diambil oleh orang-orang Jawa. Dewa-dewa India dalam epos Mahabarata dan Ramayana, dijadikan sebagai pahlawan dan dewa Jawa. Bahkan orang Jawa percaya bahwa Mitos-Mitos itu bukan terjadi di India tetapi di Pulau Jawa. Gunung Semeru di Jawa Timur, dianggap suci oleh mereka, sebagai penjelmaan dan Gunung Mahameru di India.

Mitos bersama dengan nyanyian rakyat, mantra, syair, dan pepatah termasuk tradisi lisan. Tradisi lian itu menjadi sejarah, apabila ada sumber sejarah lain yang mendukungnya. Bagi masyarakat yang belum mengenal tulisan, mungkin dapat mengandalkan tradisi lisan dalam penulisan sejarah, tetapi akurasinya tetap diragukan, apabila prosedur penelitian sejarah tidak diterapkan.
Sumber Pustaka: Yudhistira