Kehidupan Politik Keadaan Bangsa Indonesia Pada Awal Kemerdekaan

Kehidupan Politik Keadaan Bangsa Indonesia Pada Awal Kemerdekaan



Pada awal berdirinya negara Republik Indonesia, kehidupan bangsa Indonesia belum stabil dalam berbagai bidang, baik dalam bidang ekonomi, sosial budaya, maupun bidang politik. Pernyataan proklamasi kemerdekaan Indonesia itu belum berarti wujud kehidupan lalu berubah secara dramatis. Tetapi proklamasi merupakan titik awal untuk mengantar rakyat Indonesia ke pintu gerbang menuju kemajuan dan kesejahteraan sosial. Dalam arti mi proklamasi mempunyai dua arti penting.

Arti pertama: bangsa Indonesia dengan tekad dan kekuatan sendiri menjadi bangsa yang merdeka, bebas dan penjajahan asing yang telah dideritanya selama 3 abad dan 3 tahun (masing-masing pada zaman penjajahan Belanda dan Jepang). Bangsa Indonesia akan mengatur sendiri negaranya dan mempertahankannya terhadap gangguan dan luar. Arti kedua : Bangsa Indonesia menjadi pelopor bangsa Asia-Afrika, karena merupakan bangsa yang pertama di Asia yang merdeka setelah Perang Dunia



II, yaitu hanya tiga han setelah perang selesai, yaitu ketika proklamasi dilakukan pada saat yang tepat, yaitu saat terjadi kekosongan kekuasaan (vacuum of power). Jepang yang berkuasa di Indonesia telah kalah perang dengan Sekutu, sedangkan Sekutu yang menerima penyerahan kekuasaan atas Indonesia dan tangan Jepang belum kembali. Hal mi member kesempatàn kepada bangsa Indonesia untuk menentukan sikap hingga tercapainya proklamasi kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 yang menandakan bahwa bangsa Indonesia telah bebas dan segala bentuk ikatan penjajahan bangsa-bangsa asing. Oleh karena itu, proklamasi kemerdekaan Indonesia dapat dijadikan tonggak pembaruan kehidupan bangsa Indonesia pada segala bidang kehidupan. Maka setelah proklamasi berhasil dilaksanakan, para pemimpin bangsa terus berjuang membenahi tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Usaha-usaha yang ditempuh .yaitu mengadakan rapat PPKI (18 Agustus 1945) dengan keputusan mengesahkan UUD 1945 menjadi UUD Negara, mengangkat presiden dan wakil presiden, membentuk Komite Nasional Indonesia untuk membantu presiden.

Pada tanggal 19 Agustus 1945, presiden memanggil anggota PPKI dan pemimpin pemuda untuk membicarakan pembentukan Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP), merancangpembentukan 12 departemen beserta menunjuk para menterinya, dan menetapkan pembangian wilayah Indonesia atas 8 propinsi. Sedangkan pada tanggal 23 Agustus 1945, presiden mengumumkan dibentuknya 3 badan baru, yaitu Komite Nasional Indonesia (KNI), Partai Nasional Indonesia (PNI), dan Badan Keamanan Rakyat (BKR).

Komite Nasional Indonesia dan Badan Keamanan Rakyat dapat diterima oleh bangsa Indonesia, sehingga badan-badan tersebut dapat berfungsi dalam membantu pemerintah membenahi dan menata kehidupan bangsa Indonesia sesuai dengan cita-cita bangsa. Tetapi rencana Partai Nasional Indonesia (PNI) untuk dijadikan partai tunggal oleh pemerintah mendapat reaksi keras dan kalangan pemimpin bangsa. Maka pembentukan partai tunggal itu dibatalkan. Realisasi pembatalan partai tunggal mi diwujudkan dengan dikeluarkannya makiumat pemerintah yaitu Makiumat X yang ditandatangani oleh Wakil Presiden Drs. Moh. Hatta pada tanggal 3 Nopember 1945 yang berisi pernyataan “Pembentukan partai-partai politik di Indonesia” untuk menunjukkan bahwa Indonesia menganut paham demokrasi.
Sumber Pustaka: Erlangga