Perang Candu (1839-4842) Pada Gerakan Nasionalisme Cina

Perang Candu (1839-4842) Pada Gerakan Nasionalisme Cina



Dan zaman kuno sampai tahun 1912, Cina selalu diperintah oleh dinasti-dinasti (keluarga raja-raja secara turun-temurun). Dinasti terakhir adalah Dinasti Mandsyu (Dinasti Ching). Dinasti ini memerintah dan tahun 1644 - 1912. Dinasti ini dianggap dinasti asing oleh bangsa Cina, karena dinasti ini bukan keturunan bangsa Cina. Dinasti ini memerintah Cina dengan cara kolot. Cina merupakan suatu negara yang tertutup rapat-rapat bagi negara asing yang dianggap lebih rendah dan belum beradab (bar-bar) daripada bangsa Cina. 

Imperialisme modern Barat yang mencari tanah jajahan di mana-mana juga tertarik untuk menguasai Cina. Masuknya pengaruh Barat ke Cina menyebabkan munculnya gerakan rakyat yang menuduh bahwa Dinasti Mandsyu sudah lemah dan bekerja sama dengan imperialisme Barat. Oleh karena itu, muncul gerakan rakyat Cina untuk menentang penguasa asing yaitu kaum imperialisme Barat dan Dinasti Mandsyu yang juga dianggap penguasa asirig. Gerakan rakyat ini bersifat nasional.



Perang Candu (1839-4S42)


Bangsa Barat yang pertama kali membuka Cina adalah Inggris. Inggris menempuh cara dengan mengedarkan candu sejatc tahun 1800. Sejak itu, Perdagangan candu gelap merejalela di Cina. Rakyat Cina menjadi korban candu, sedangkan Inggris menikmati keuntungan dalam jumlah besar dan hasil perdagangan candu itu. Melihat korban-korban candu yang sangat banyak di kalangan rakyat Cina, maka kaisar Cina memerintahkan untuk menyerang Nanking. Dalam perang ini Cina kalah dan terpaksa menandatangani Perjanjian Nanking yang ismnya:
  1. a. Lima pelabuhan Cina dibuka untuk bangsa asing.
  2. b. Inggris mendapatkan Hongkong (1842).
  3. c. Inggris mendapatkan hak ekstrateritorial.
Dengan Peianjian Nanking bangsa-bangsa Barat semakin banyak datang ke negeri Cina, sehingga pemerintah Cina semakin khawatir, bahwa suatu saat kedudukannya pun akan terancam oleh bangsa-bangsa Barat. Terlebih lagi dengan masuknya Perancis yang mengakibatkan teiadiny_pçrang Cina melawan Inggris-Perancis (1856-1860), yang disebabkan oleh:
  • Kapal Perancis berbendera Inggris ditahan oleh Cina
  • Padri Perancis dibunuh di Kwangshi karena tidak mempunyai surat izin masuk ke Cina.
Dalam perang itu, Cina juga mengalaini kekalahan, sehingga terjadilah Perjanjian Peking (1860). Perjanjian ini berisi hal-hal sebagai berikut:
  1. Terbukanya sebelas pelabuhan Cina untuk bangsa asing.
  2. Jawatan bea-cukai Cina dipegang oleh badan internasional (Inggris, Amerika Serikat, Perancis).
  3. Seluruh Cina terbuka bagi bangsa asing.
  4. Di Peking (kota tempat istana kaisar Cina) ditempatkan seorang duta besar Inggris. 
Dalam Perjanjian Peking itu selu.ruh Cina terbuka lebar-lebar bagi seluruh dunia dan munculla}t daerah-daerah konsesi yang menjadi tempat tinggal bangsa asing. Dengan adanya daerah-daerah konsesi ini, kedaulatan Cina menurun dan keselamatan Cina terancam.

Munculnya gerak nasionalisme Cina diawali dengan terjadina takan Tai Ping (1850-1864). Terjadinya pemberontakan ini disebabkan oleh:
  1. Lemahnya pemerintahan bangsa Mandsyu terhadap bangsa asing.
  2. Kemiskinan rakyat jelata akibat pemerintahan feodal bangsa Mandsyuria
  3. Munculnya keinginan dan rakyat untuk membangun masyarakat barn yang bahagia.
Sumber Pustaka: Erlangga