Sebab-Sebab Timbulnya Nasionalisme Asia Afrika

Sebab-Sebab Timbulnya Nasionalisme Asia Afrika



Nasionalisme Asia Afrika mencerininkan kebangkitan bangsa-bangsa Asia dan Afrika sebagai reaksi terhadap imperialisme Barat. Seperti telah disebutkan di atas bahwa nasionalisme sebagai suatu paham yang berpendapat bahwa kesetiaan tertinggi individu diberikan kepada negara kebangsaan. Pada sub bahasan ml akan dijelaskan perkembangan negara kebangsaan di beberapa negara di Asia Afrika.

Munculnya Nasionalisme Asia Afrika disebabkan oleh beberapa faktor. Sebelum imperialisme Barat masuk ke Timur, bangsa-bangsa di Asia pada umumnya pernah meiniliki negara kekuasaan yang jaya dan berdaulat. Misalnya bangsa Indonesia pernah meiniliki kejayaan pada masa Sriwijaya atau Majapahit, India pada masa Kaisar Ashoka, dan sebagainya. Kejayaan itu menimbulkan “harga din” sebingga mereka akan memberontak bila harga diri tersebut diganggu.



Muncul dan berkembangnya imperialisme di dunia membawa perubahan yang sangat besar dalam kehidupan masyarakat, khususnya di wilayah Asia dan Afrika. Pelaksanaan imperialisme di Asia menimbulkan kesengsaraan dan penderitaan bagi bangsa-bangsa yang terjajah, karena kaum imperialis hanya mengeruk keuntungan derni kejayaan bangsanya sendiri. Kesengsaraan dan penderitaan inilah salah satu alasan yang mendorong timbulnya perlawanan-perlawanan bersifat nasional.

Golongan cendekiawan muncul di mana-mana akibat perkembangan dan meningkatnya pendidikan. Akibat lanjut dan penyebaran kaum cendekiawan di dalam masyarakat, timbullah berbagai gerakan yang menentang penjajah. Karena itu, kaum cendekiawan pribuini tampil di atas panggung politik dalam negerinya dan menjadi penggerak atau peinimpin pergerakan nasional.

Kemenangan Jepang atas Rusia tahun 1905, mengakibatkan semangat bangsa Asia untuk menentang kekuasaan impeniahsme Barat Di Indonesia Pergerakan Kebangsaan diawali dengan terbentuknya organisasi Budi Utomo (1908)

Di samping itu, nasionalisme suatu bangsa dapat timbul karena kemajuan di bidang politik, sosial-Ekonomi, dan kebudayaan di negeri teijajah.

Aspek Politik


Kegiatan gerakan atau partai nasidnalis ingin menumbangkan doininasi politik kaum imperalis sian kolonialis dan Barat maupun Timur. Kekuasaan bangsa pnibuini, pada saat itu terkungkung oleh pengaruh politik imperial dan kolonial yang ketat dan kejam. Praktek-praktek penyalahgunaan kekuasaan dan pelecehan hak azasi sering mewamai kehidupan politik imperialis. Maka golongan nasionalis tampil menyuarakan aspirasi masyarakat yang terj ajah.

Aspek Sosial Ekonomi


Aspek sosial - ekonomi terlihat dalam penghapusan eksploitasi Ekonomi asing. Penghapusan itu bertujuan membangun suatu masyarakat yang bebas dan kesengsaraan dan kemelaratan sesuai dengan cita-cita keadilan sosial. Di sini, kesadaran meningkatkan taraf hidup bangsa yang terjajah menjadi prioritas dan cita-cita perjuangan kaum nasionalis.

Aspek Kebudayan


Kaum nasionalis melihat kebudayaan ash hampir dalam keadaan sekarat jika tidak segera diberikan perhindungan dan rekonstruksi yang memadai. Para pejuang nasionalis memandang perlu memperhatikan dan menjaga kelestarian dan menumbuh-kembangkan kebudayaan asing, atau mengawinkan keduanya, atau menghidupkan kembahi kebudayaan yang mencerininkan kepribadian bangsa sendiri tanpa ada kontaininasi kebudayaan asing. Perkembangan kebudayaan ash yang tak menggembirakan bagi para pejuang nasionalis menjadikan sector kebudayaan sebagai cita-cita perjuangannya.

Ketiga aspek itu merupakan kesatuan yang diperjuangkan secara serentak, ketiganya memberikan ciri-ciri perjuangan nasionalime di negara-negara Asia yang terjajah. Paham nasionalisme pada mulanya berkembang secara lokal, “daerahisme”, kemudian menjadi kolektif dan meluas ke seluruh negeri yang terjajah dan akhirnya menjadi paham nasionalisme.
Sumber Pustaka: Erlangga